Sepakbola Dunia

9 Negara Berebut Jadi Penyelenggara Piala Dunia 2019, Korsel-Korut Siap Berkolaborasi

Membludaknya negara pelamar penyelenggara Piala Dunia menunjukkan perkembangan sepakbola wanita yang kian merata di seluruh dunia

JAKARTA, DIFANEWS.com — Rekor sembilan negara mengajukan lamaran untuk menggelar Piala Dunia Wanita 2023, salah satunya datang dari kolaborasi dua negara Asia: Korea Selatan dan Korea Utara sebagaimana diumumkan FIFA.

Lamaran lain datang dari Argentina, Australia, Bolivia, Brasil, Kolombia, Jepang, Selandia Baru, dan Afrika Selatan. Itu berarti empat konfederasi terlibat dalam lamaran ini: Afrika, Asia, Oceania, dan Amerika Selatan.

Pascapengumuman itu, ke-10 negara yang melamar itu, punya waktu satu bulan untuk melakukan persiapan, pematangan persiapan untuk kemudian melakukan konfirmasi lamaran. Oktober 2019 semua dokumen sudah harus lengkap.

Dalam dokumen itu, salah satunya adalah ketidakterlibatan suatu negara dengan pelanggaran hak-hak azasi manusia (HAM).

Persyaratan sebuah negara bersih dari kasus HAM diterapkan FIFA pada 2017 menyusul kritik yang menerpa FIFA setelah memutuskan Piala Dunia pria 2018 dan 2022 di Rusia dan Qatar.

Selain masalah HAM, FIFA juga menyoroti kasus ketanakerjaan di suatu negara. Dalam dokuman setebal 41 halaman menyangkut aturan proses bidding adalah persyaratan implementasi masalah HAM dan standar tenaga kerja.

Hal lain yang juga wajib adalah persetujuan pemerintah di mana federasi berasal, renovasi stadion, basis latihan, hotel, dan bandar udara.

Menurut FIFA, membludaknya negara pelamar penyelenggara Piala Dunia menunjukkan perkembangan sepakbola wanita yang kian merata di seluruh dunia. Bandingkan ketika bidding Piala Dunia 2015 dan 2019, di mana hanya ada dua negara yang mengajukan diri jadi penyelenggara.

Piala Dunia Wanita 2019 digelar di Prancis, 7 Juni – 7 juli.

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button