News

Aceh Utara Lumpuh Total, 44 Ribu Warga Mengungsi Akibat Banjir Besar

DIFANEWS.COM – Banjir besar kembali melanda Aceh Utara setelah hujan deras mengguyur wilayah itu sejak akhir pekan lalu. Gelombang banjir mulai membesar sejak 22 November 2025, ketika debit air sungai naik dan merendam permukiman di sejumlah titik. Hingga Jumat (28/11/2025), bencana ini sudah membuat 19 kecamatan terendam dan 44.350 warga mengungsi ke 35 lokasi pengungsian.

Juru Bicara Pemerintah Aceh Utara, Muntasir Ramli, menyebut kondisi daerahnya nyaris lumpuh total. Selain merendam pemukiman, banjir juga merusak infrastruktur, tambak, lahan pertanian, dan akses jalan. Bahkan jaringan internet sempat tumbang di beberapa wilayah, membuat proses evakuasi dan distribusi logistik terhambat.

Hampir seluruh wilayah Aceh Utara terdampak. Ada 35 titik pengungsian dan kondisi lapangan cukup berat” ujar Muntasir.

Sejumlah warga korban banjir berada di dalam tenda pengungsian di Desa Pasi Leuhan, Johan Pahlawan, Aceh Barat, Aceh, Kamis (27/11/2025).
Foto: Antara

19 Kecamatan Terendam Banjir

Berdasarkan data BPBD Aceh Utara per Rabu (26/11/2025) pukul 10.30 WIB, berikut wilayah yang terendam:

  • Tanah Jambo Aye (22 gampong/desa)
  • Seuneddon (20)
  • Baktiya (40)
  • Muara Batu (10)
  • Langkahan (8)
  • Syamtalira Aron (14)
  • Samudeta (7)
  • Baktiya Barat (6)
  • Lapang (11)
  • Dewantara (16)
  • Matangkuli (4)
  • Bandar Baro (1)
  • Lhoksukon (28)
  • Pirak Timu (19)
  • Sawang (5)
  • Nibong (10)
  • Tanah Luas (1)
  • Murah Mulia (9)
  • Kuta Makmur (7)

Total warga terdampak: 46.830 jiwa (17.742 KK)
Total mengungsi: 44.350 jiwa (14.713 KK)

Korban Rentan & Kerusakan

Di antara pengungsi terdapat:

  • 64 ibu hamil
  • 490 balita
  • 526 lansia
  • 12 penyandang disabilitas
Warga mengevakuasi kendaraannya yang tertimbun lumpur di depan rumahnya pascabanjir bandang di Desa Manyang Cut, Kecamatan Mereudu, Kabupaten Pidie, Aceh, Kamis (27/11). Foto: Antara

Kerusakan lain yang tercatat:

  • 13 rumah rusak berat
  • 67 rumah rusak sedang
  • 50 rumah rusak ringan
  • 699 hektare sawah terendam
  • 571 hektare tambak rusak
  • 9 titik tanggul jebol
  • 1 jembatan Krueng Sawang putus

Bantuan berupa makanan pokok, logistik darurat, perahu evakuasi, hingga alat berat masih menjadi kebutuhan utama di lapangan. BPBD dan Pemkab Aceh Utara terus melakukan pendataan sambil menyuplai kebutuhan warga di titik-titik pengungsian.

Banjir diperkirakan masih berpotensi meluas bila hujan belum mereda dalam beberapa hari ke depan. Warga diminta tetap waspada dan mengikuti arahan evakuasi dari petugas.

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button