BeladiriSports

Jalan Berliku Prograis untuk Rematch dengan Taylor

“Saya ingin bertarung dengan bajingan [Broner] itu. Itu alasan mengapa saya berada di Miami. Saya tahu ia sering berada di sini. Saya inginkan mereka. Broner atau Mikey.”

JAKARTA, difanews.com — Regis Prograis (26-1-0, 22 KO), mantan juara kelas welter junior WBA, mengaku ingin bertarung dengan mantan juara empat kelas Mikey Garcia (40-1-0, 30 KO).

Prograis, 32 tahun, terakhir naik ring April 2021, ketika menang TKO ronde 6 atas Ivan Redkach di Atlanta, Georgia.

Garcia, 33 tahun, nekat bertarung melawan Errol Spence Jr untuk merebut gelar kelas welter IBF, Maret 2019. Ia kalah angka dalam duél di Arlington, Texas, sekaligus kehilangan gelar kelas ringan WBC dan IBF.

Garcia terakhir bertarung pada Februari 2020 ketika menang angka atas Jessie Vargas di Frisco, Texas.

“Sepertinya itu akan jadi pertarungan hebat,” kata Prograis mengenai duél dengan Garcia, kepada FightHub. “Saya tak ingin terdengar sombong karena kadang-kadang saya banyak bicara omong kosong.”

“Saya pikir ia bisa menjadi lawan terberat saya jika saya membiarkannya. Tapi, saya pikir, kecepatan saya bisa menjadi perbedaan. Mikey juga memiliki timing yang bagus, jadi kita lihat saja nanti. Mudah-mudahan, mereka bisa mewujudkan pertarungan itu dan kita akan melihat apa yang terjadi,” tambah Prograis yang juga mengaku ingin bertarung dengan Adrien Broner.

“Saya ingin bertarung dengan bajingan [Broner] itu. Itu alasan mengapa saya berada di Miami. Saya tahu ia sering berada di sini. Saya inginkan mereka. Broner atau Mikey.”

Di akun Twitter, Prograis menulis: ‘saya ingin bertarung dengan @mikeygarcia BERIKUTNYA. Ia bilang ingin pertarungan itu, saya juga ingin, saudaranya Robert juga ingin, orang-orang saya juga ingin, fan Meksiko juga ingin, orang-orang New Orleans [kampung halaman Prograis] juga ingin, fan Inggris juga. REALISASIKAN.’

Terlepas dari itu semua, petinju yang sejatinya ia inginkan adalah Josh Taylor (18-0-0, 13 KO), juara UNDISPUTED kelas welter ringan yang mengalahkannya dengan angka mayoritas dalam final World Boxing Super Series, Oktober 2019, di London.

“Selalu saya katakan saya inginkan pertarungan itu. Jika itu [final World Boxing Super Series] digelar di AS, saya pikir saya yang akan menang.”

“Dalam video saya lihat banyak pukulannya yang salah sasaran. Jika Anda lihat jagoan Anda memukul, Anda akan berteriak meski pukulan itu meleset. Tuan rumah.”

“Saya pikir nanti kami akan rematch di kelas welter. Saat ini, lihat saja bagaimana sepak terjangnya. Saya punya rute sendiri, ia punya rute sendiri, dan kelihatannya akan bermuara di sana [kelas welter].”

Taylor kelihatannya memang akan naik ke kelas welter. Tapi, sasarannya tentu saja salah satu bos kelas welter, juara WBO Terence Crawford (37-0-0, 28 KO).

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker