BeladiriSports

Juri Tinju Amatir Diusulkan Menjadi 5 Orang

JAKARTA, difanews.com — AIBA, Asosiasi Tinju Amatir Internasional, kemungkinan akan melakukan beberapa perubahan drastis menyangkut aturan pertandingan jika sejumlah proposal dari anggotanya mendapatkan persetujuan.

Duncan ‘Sugar Ray’ Kuria, Direktur Komunikasi Federasi Tinju Kenya, mengatakan, Senin (6/12), dalam wawancara dengan Star (the-star.co.ke). Kuria mengatakan, AIBA akan membahas masalah ini pada Kongres 12-13 Desember.

Menurut Kuria, proposal itu disodorkan untuk menutup lubang-lubang kelemahan dalam aturan pertandingan yang dianggap perlu perbaikan.

Contohnya, jika proposal itu disetujui, setiap hakim dalam pertandingan tinju amatir, wajib memberikan angka setiap menit, bukan setiap tiga menit atau setiap ronde.

“Biasanya, pemenang diumumkan di akhir setiap pertarungan, tetapi ini akan berubah. Di setiap akhir menit, juri atau hakim akan memencet bel untuk mengumumkan pemenangnya,” kata Kuria.

“Pemenang diumumkan setiap menit dari setiap 3 3-menit pertarungan,” ia menambahkan.

Dalam pertandingan amatir, pertandingan biasanya berlangsung 3 ronde dengan durasi 3 menit per ronde.

Kriteria penilaian juri hanya ada dua, yakni kualitas pukulan yang kena sasaran dan dominasi melalui keunggulan teknis dan taktis.

Selain itu, penilaian juga diambil dari lima hakim atau juri, bukan tiga seperti yang masih berlaku saat ini.

“Ada beberapa tantangan mencolok yang muncul selama Olimpiade Rio 2016 di mana para juri mengatakan pemenangnya akan sangat berbeda jika hasilnya ditentukan berdasarkan kartu skor dari lima juri,” jelas Kuria.

Perubahan mencolok lainnya adalah soal pengurangan poin karena pelanggaran. Saat ini, setiap petinju yang dianggap wasit melanggar peraturan mendapat pengurangan 1 poin. Nah, dalam proposal itu pengurangan berlaku 2 poin

Hal lain adalah kemungkinan mengubah nama organisasi. Nama AIBA saat ini sudah banyak tercoreng skandal. Karena itu dianggap perlu mengganti nama AIBA.

Menurut Kuria, kata Amatir dalam AIBA mungkin akan dihapus menjadi IBA (Asosiasi Tinju Internasional).

Masuk akal karena AIBA juga membolehkan petinju pro tampil di kancah amatir.

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker