Life Style

Maria Sharapova Buka-bukaan Soal Bagaimana Ia Berhemat

Punya uang melimpah tak membuat Maria lupa daratan karena sadar dari mana ia berasal dan bagaimana ia merintis kariernya.

JAKARTA, DIFANEWS.com — Sebelum bisa meraup uang jutaan dolar dari arena tenis profesional, Maria Sharapova dan orang tuanya bukanlah keluarga yang hidup berkecukupan. Di usia 6 tahun, Maria dibawa ayahnya merantau ke Amerika Serikat untuk mengembangkan karier tenisnya.

Berapa modal yang dibawanya? Cuma 700 dolar AS.

Saat Maria masuk dan belajar tenis di Akademi Nick Bollettieri di Florida, sang ayah banting tulang kerja apa saja untuk membayar uang sewa tempat tinggal, kebutuhan sehari-hari, dan biaya sekolah (tenis).

Mereka tidur di sofa tarik-dorong di sebuah apartemen kecil milik seorang wanita paruh baya asal Rusia.

“Kami membayar 250 dolar AS per bulan untuk penggunaan dapur dan kamar mandi serta ruang tamu. Kami diperbolehkan menonton tv karena itu penting di mana saya bisa belajar bahasa Inggris,” tulis Maria dalam buku barunya, ‘Unstoppable’.

Hidup merih itu berbuah manis. Di usia 17, Maria jadi juara Wimbledon pada 2004, satu dari lima gelar Grand Slam yang direbutnya sejauh ini. Sebagai juara tunggal putri, Maria menggondol hadiah sebesar 560.500 poundsterling (sekitar Rp10,107 miliar jika dirupiahkan saat ini).

Kini, di usia 31, Maria sudah mengarungkan tak kurang dari 38 juta dolar AS (sekitar Rp530 miliar) sepanjang kariernya meski sempat kena hukuman 15 bulan dari WTA karena kasus doping. Maria jadi atlet putri dengan hadiah terbesar selama 11 tahun berturut-turut.

Punya uang melimpah tak membuat Maria lupa daratan karena sadar dari mana ia berasal dan bagaimana ia merintis kariernya. Kepada Make It CNBC, Maria mengaku mempersiapkan uangnya untuk kehidupan masa depannya setelah pensiun.

Salah satunya adalah dengan mendirikan perusahaan permen Sugarpova pada 2012.

Maria sadar segala kemungkinan terburuk terjadi di Dunia tenis sekalipun. Ia, misalnya, pernah cedera serius pada punggungnya tahun 2008.

“Uang,” kata Maria lagi, “tak selalu membuat Anda bahagia sebagaimana orang melihatnya dari luar. Memang, Anda bisa memenuhi segala kebutuhan, tapi itu sifatnya sangat sementara.”

Make It melakukan tanya jawab kepada Maria, berikut sebagian kutipannya:

Apa yang kali pertama Anda ingat soal uang?
Pastinya soal boneka kelinci kecil dari ibu sebagai hadiah Tahun Baru. Ibu mengatakan, jangan bilang-bilang kepada ayahnya karena harganya lebih mahal dari yang mungkin bisa ia habiskan.

Siapa yang mengajarkan Anda soal uang?
Mungkin orang tua saya. Mereka sangat berpengaruh pada keputusan apapun yang saya buat sejak saya masih kecil dan saya kira itu luar biasa.

Berapa uang saku pertama Anda?
Saya kira tak lebih dari 5 atau 6 dolar per pekan.

Apa mobil pertama Anda dan berapa harganya?
Rasanya saya tak pernah punya mobil pertama sampai, saya kira, mobil dari sponsor. Tapi, mobil pertama kami adalah Honda yang asal bisa jalan dan saya ingat menekan tombol otomatis kaca. Saya belum pernah lihat sebelumnya dan saya pikir itu keren sekali.

Apa yang tak mungkin Anda beli (untuk berfoya-foya)?
Saya bukan penggemar yacht..,Persepsi orang, ketika mereka banyak uang, mereka menghabiskannya di kapal pesiar selama musim panas. Saya lebih suka berada di darat.

Apa hal termurah yang membuat Anda bahagia?
(Tertawa). Gratis.

Apa itu uang?
Uang itu sementara.

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker