Bisnis

Pan Brothers (PBRX) Dapat Izin Perpanjang Penangguhan Bayar Bunga

Jakarta, difanews.com — Emiten garmen PT Pan Brothers Tbk. mendapat persetujuan untuk memperpanjang penghentian sementara pembayaran bunga (standstill agreement) dengan para kreditur.

Direktur Pan Brothers Fitri Ratnasari Hartono menjelaskan standstill agreement itu diperpanjang hingga 12 Februari 2021 dari sebelumnya 27 Januari 2021.

 “Perpanjangan utang sindikasi ini, secara konsolidasi masih dicatat dalam liabilitas jangka pendek,” tulis Fitri dalam keterbukaan informasi, dikutip dari bisnis.com, Kamis (4/2/2021).

Adapun jumlah limit utang sindikasi emiten berkode saham PBRX itu tercatat senilai Rp138,50 juta atau setara dengan Rp1,93 triliun.

Atas pengajuan perpanjangan masa standstill agreement tersebut, lembaga pemeringkat internasional Fitch Ratings menurunkan peringkat utang untuk PT Pan Brothers Tbk. menjadi C dari sebelumnya CC.

 “Penurunan ini setelah Pan Brothers mengumumkan perseroan mengajukan penghentian sementara pembayaran bunga

[standstill agreement]

dengan para kreditur, yang mana sesuai definisi peringkat C dari Fitch,” tulis Fitch dalam laporan terbaru, Rabu (3/2/2021).

Peringkat nasional C dari Fitch mencerminkan potensi default awal dari perusahaan yang berada dalam periode standstill agreement.

Berdasarkan laporan keuangan per 30 September 2020, PBRX mencatatkan penurunan liabilitas menjadi US$365,12 juta, yang juga diikuti dengan kenaikan ekuitas menjadi US$281,16 juta, dibandingkan akhir 2019.

Hal ini membuat aset perseroan menurun tipis 1,84 persen dibandingkan periode akhir 2019 menjadi US$646,28 juta.

Dari sisi bottom line, PBRX mencetak laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$20,59 juta, bertumbuh 32,49 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dengan perhitungan kurs Jisdor per 30 September 2020 senilai Rp14.918, maka laba bersih PBRX per kuartal III/2020 setara dengan Rp307,16 miliar.

Sementara pendapatan PBRX bertumbuh 6,49 persen secara tahunan menjadi US$523,79 juta atau sekitar Rp7,81 triliun hingga akhir kuartal III/2020.

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker