Bisnis

Pasar Tanah Abang Masih Sepi Pengunjung

Jakarta, difanews.com — Pasar Metro Tanah Abang belum banyak dipadati pengunjung di pekan pertama Ramadhan. Pusat grosir tekstil terbesar di Asia Tenggara itu biasanya ramai pengunjung yang berburu busana Lebaran, baik untuk dipakai sendiri maupun dijual kembali.

Selain barang grosiran untuk dijual kembali oleh si pembeli, Pasar Tanah Abang juga menyediakan busana eceran untuk keperluan pribadi,

Pantauan detikcom pukul 10.30 WIB di Pasar Tanah Abang, Kamis (15/4/2021), suasana di lokasi memang belum padat pengunjung. detikcom menyusuri tiap blok tanpa kesulitan untuk berjalan karena masih lengang.

Jika sedang padat-padatnya, Pasar Tanah Abang begitu pengap. Untuk berjalan dari toko ke toko saja harus bersenggolan dengan pengunjung lain yang melakukan transaksi di depan toko.

“Kalau untuk tahun sekarang sih nggak kayak tahun-tahun sebelumnya ya. Kan kalau tahun sebelumnya (sebelum pandemi COVID-19) penuh gitu kan. Lihat saja sekarang kondisinya kayak gini,” kata penjual jaket dan sejenisnya, Rintan, kepada detikcom.

Meski masih relatif sepi, beberapa toko sudah mulai tampak sibuk mengemas barang-barang dagangannya yang dibeli konsumen. Mereka sampai-sampai tidak sempat meladeni permintaan wawancara detikcom.

Tapi pemandangan semacam itu belum merata. Pedagang tekstil masih banyak yang hanya duduk di dalam tokonya karena sepi pengunjung. Bahkan ada penjaga toko yang terlihat sedang tertidur dengan tangannya menopang tubuh di meja.

Penjual celana pendek, Iwan, mengatakan memang saat ini Pasar Tanah Abang masih cenderung sepi. Belum banyak pengunjung yang datang. Kata dia, sebelum dan memasuki Ramadhan kondisinya sama saja.

Lexi, penjual produk tenun dan batik mengatakan di pekan pertama Ramadhan memang trennya tidak begitu ramai. Pengunjung baru akan meningkat sepekan setelah Ramadhan, yaitu minggu kedua.

“Menjelang Ramadhan gitu memang 3 hari sampai 1 pekan agak kurang pengunjungnya. Nanti setelah 1 pekan baru mulai ramai, sekarang belum,” tambahnya.

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker