Dari Amanah Gus Miek hingga Dukungan Boy Thohir, Intip Perjalanan Pesantren Al Hamid Cilangkap yang Kini Kina 1.800 Santri
DIFANEWS.COM – Pesantren Al Hamid yang berlokasi di Cilangkap, Jakarta Timur, kini telah tumbuh dan berkembang menjadi salah satu lembaga pendidikan pesantren terkemuka yang menampung sekitar 1.800 santri.
Pesantren yang berdiri atas dasar amanah KH Chamim Jazuli atau yang akrab disapa Gus Miek ini juga bertransformasi menjadi salah satu pusat berkumpulnya para ulama dan pengurus Nahdlatul Ulama (NU) dari berbagai penjuru daerah.
Gagasan awal pendirian pesantren di Jakarta ini bermula dari keinginan Gus Miek yang kemudian disampaikan kepada KH Hamid Djiman, seorang pengusaha swasta yang juga merupakan pengagum serta pengikut setianya.
Pengasuh Pesantren Al Hamid, KH Lukman Hakim Hamid, menceritakan bahwa pendirian pesantren tersebut berawal dari dawuh atau perintah langsung Gus Miek dan KH Munif Djazuli kepada ayahandanya.
“Berawal dari perintah sang guru romo Kiai Hamim Djazuli atau lebih dikenal atau akrab disapa dengan Gus Miek dan Romo Kiai Munif Djazuli yang mana beliau berdua meminta kepada ayahanda kami Abah KH Hamid Djiman untuk membuat ponpes di lahan milik pribadi beliau,” ungkap Lukman saat pembukaan Munas dan Konbes NU 2023 silam.
Pesantren Al Hamid Berdiri di Cilangkap dan Pondok Ranggon
Guna merealisasikan amanah besar tersebut, KH Hamid Djiman mendirikan Yayasan Mantab Sejahtera. Yayasan ini lantas membebaskan dua bidang tanah untuk pembangunan Pesantren Al Hamid Putra di Cilangkap dan Pesantren Al Hamid Putri di kawasan Pondok Ranggon.
Pesantren putra berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 65.000 meter persegi (6 hektar), sedangkan pesantren putri menempati lahan seluas sekitar 35.000 meter persegi (3,5 hektar). Pembangunan kompleks pesantren dilakukan secara bertahap, mulai dari asrama, gedung madrasah, hingga berbagai fasilitas pendukung kegiatan santri.
Dalam proses pembangunannya, KH Hamid Djiman mendapat dukungan penuh dari sahabatnya, Garibaldi Thohir atau yang populer disapa Boy Thohir, yang kala itu menjabat sebagai Direktur Utama Adaro Energy Indonesia.
“Pada akhirnya ayahanda bersama sahabat beliau Garibaldi Thohir atau Haji Boy yang ikut membantu mulai perlahan membangun ponpes di atas lahan seluas enam hektar di pondok putra dan 3,5 hektare di pondok putri,” kata Lukman.
Miliki Beragam Fasilitas Pendidikan
Saat ini, Pesantren Al Hamid telah dilengkapi dengan beragam fasilitas pendidikan mumpuni demi menunjang kenyamanan serta kehidupan para santri selama menimba ilmu.
Fasilitas tersebut meliputi asrama santri, gedung Madrasah Aliyah (MA), Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Ibtidaiyah Terpadu (MIT), taman kanak-kanak (TK), koperasi, klinik kesehatan, kantin, musala, hingga sarana olahraga.
Tak hanya membangun sarana fisik, KH Hamid Djiman juga secara matang mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) untuk mengelola pesantren. Putra-putrinya dikirim untuk menimba ilmu di sejumlah pesantren ternama tanah air, di antaranya Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, Yanbu’ul Qur’an Kudus, Pesantren Tahfidzul Qur’an Malang, serta Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kediri.
Hubungan erat dengan Al Falah Ploso kemudian menjadi bagian penting dari tradisi keilmuan Pesantren Al Hamid, yang dalam perkembangannya menginduk serta mendapat pengawasan langsung dari pengasuh Pondok Pesantren Al Falah Kediri.
Mulai Menerima Santri Sejak 2002
Pesantren Al Hamid resmi mulai menerima santri dan siswa baru pada tahun 2002 untuk jenjang pendidikan TK, MI, MTs, dan MA.
Seiring berjalannya waktu, nama yayasan yang menaunginya berganti dari Yayasan Mantab Sejahtera menjadi Yayasan Mantab Al Hamid pada tahun 2007 berdasarkan Akta Notaris Nomor 77/17-12-2007. Kemudian pada tahun 2010, Pesantren Al Hamid resmi terdaftar dengan Nomor Statistik Pondok Pesantren 510031750036.
Memasuki tahun 2026 ini, jumlah santri yang menimba ilmu di Pesantren Al Hamid tercatat mencapai sekitar 1.800 orang, dengan didukung oleh 210 guru dan 25 tenaga pendidik. Pesantren ini juga telah meluluskan sekitar 10.000 alumni yang tersebar di berbagai daerah.
“Alhamdulillah sampai saat ini jumlah santri baru mencapai 1.800 orang. Mohon doa para kiai semoga Ponpes Al Hamid semakin maju dan semakin berkembang penuh dalam keberkahan,” tutur Lukman.
Jadi Lokasi Pembukaan Munas dan Konbes NU 2023
Pesantren Al Hamid juga mencatatkan peran aktif dan keterlibatan penting dalam perjalanan ajang nasional NU. Pada tahun 2023, pesantren ini dipercaya menjadi lokasi pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama.
Agenda besar tersebut dihadiri langsung oleh ribuan ulama, kiai, serta pengurus NU dari berbagai penjuru tanah air. Sebelum mengemban amanah sebagai tuan rumah, pihak pesantren terlebih dahulu sowan memohon nasihat dan restu kepada para guru serta ulama sepuh, di antaranya Romo Kiai Nurul Huda Jazuli dan Maulana Habib Luthfi.
“Maka dalam penugasan ini kami sowan kepada guru-guru kami di antaranya Romo Kiai Nurul Huda Jazuli serta Maulana Habib Luthfi. Beliau-beliau inilah yang kemudian memberikan restu dan doa bagi kami dan keluarga di ponpes dalam menjalankan tugas yang amat besar ini,” terangnya.
Berawal dari amanah Gus Miek, ikhtiar KH Hamid Djiman, serta sokongan dari Boy Thohir, Pesantren Al Hamid kini menjelma menjadi lembaga pendidikan Islam yang kokoh dengan ribuan santri dan alumni. Dalam perjalanannya hingga saat ini, Pesantren Al Hamid terus berkontribusi aktif sebagai bagian penting dari jaringan pendidikan dan pusat kaderisasi warga Nahdliyin.***

