BisnisNews

Inovasi dari Gunung Kemala, Cairan Hitam Menjaga Napas Energi Indonesia

Dual Teknologi, Sumur GNK Harapan Baru Tunjang Produksi Migas Nasional

PRABUMULIH, DIFANEWS – Menjaga keberlanjutan energi, mendukung produksi minyak dan gas (Migas). Inovasi menjadi penentu, agar produksi migas tetap terjaga. Tidak hanya mengandalkan dari sumur migas baru, tetapi juga alih teknologi dari sumur migas.

Seperti, PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 membawahi PT Pertamina Eksplorasi dan Produksi (PEP) Field Prabumulih, berbagai inovasi terus dilakukan pada lapangan tua atau mature.

Salah satunya, penerapan dual teknologi, yaitu Batch Drilling dan Dual Completion di sumur (Gunung Kemala) GNK-114 dan GNK-115 berada di Struktur Gunung Kemala, berlokasi di Kelurahan Gunung Kemala, Kecamatan Prabumulih Barat, Kota Prabumulih Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). Sumur ini memang merupakan sumur baru, namun berada di lapangan mature.

Lokasi rig produksi migas GNK-114 dan GNK-115 menggunakan dual teknologi di Kelurahan Gunung Kemala, Kecamatan Prabumulih Barat.

Kenapa dipilih dual teknologi ini?, alasannya biaya sangat efisien dan produksi migas optimal, sebagai harapan baru sumber migas menjaga keberlanjutan energi nasional.

Hal ini dibuktikan telah diterapkannya dual teknologi di sumur (Benuang) BNG-080 dan BNG-082 menambah produksi migas PEP Field Adera.

BNG-080 menyumbang potensi produksi migas 572,8 BOPD + 4,502 MMSCFD, sedangkan BNG-082 sekitar 302,4 BOPD + 5,597 MMSCFD. Sementara itu, produksi migas PEP Adera sejauh ini menargetkan 4.537 BOPD dan 22,21 MMSCFD.

 

Batch Drilling dan Dual Completion Penentu Keberlanjutan Energi

Penerapan dual teknologi ini, bukan tanpa alasan jelas. Tentunya telah dilakukan kajian mendalam dan matang, apalagi tantangan dalam produksi migas tidak sedikit dan bukan hal mudah serta makin komplek di lapangan tua.

Menurut Assistant Manager Drilling Operation Area 2 PHR Zona 4, Anton Budi Prasetio menjelaskan, kondisi sumur GNK-114 dan GNK-115 berdekatan dan kondisi lingkungan sehingga memungkinkan penerapan Batch Drilling dan Dual Completion ini.

“Pengembangan sumur GNK ini, menggunakan konsep dual teknologi karena mencakup sumur dalam satu area pengeboran,” ujar Anton menyebutkan alasannya perusahaan menggunakan metode tersebut, Kamis, 15 Oktober 2026 kepada sejumlah awak media.

Lanjutnya, menggunakan metode ini waktu pengeboran bisa dipersingkat sehingga menghemat biaya operasional pengeboran sumur migas. Kemudian, meminimalisir resiko yang dihadapi. Di Sumur GNK ini, PEP Field Prabumulih menggunakan rig milik PRSI dengan lambung PDSI#41.3 N110-UE dengan ketinggian sekitar 40 meter.

“Tanpa perlu membongkar rig, menggunakan dual teknologi ini produksi migas bisa berjalan efisien dan optimal,” kata dia.

Paparan mengenal dual teknologi, Batch Drilling dan Dual C ompletion dari PEP Field Prabumulih disampaikan Assistant Manager Drilling Operation Area 2 PHR Zona 4, Anton Budi Prasetio.

Sedangkan, Dual Completion merupakan metode penyelesaian sumur yang memungkinkan pengelolaan produksi dari dua zona reservoir melalui satu sumur, sesuai konfigurasi teknis dan kondisi reservoir.

Kombinasi kedua teknologi tersebut diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pekerjaan sekaligus mengoptimalkan potensi sumber daya migas.

Dari target 71 hari, lama pengeboran. Hasil, hanya berlangsung sekitar 55 hari. Artinya, ada penghematan sekitar 16 hari dari jadwal direncanakan. Tentunya, ada penghematan anggaran sekitar 24 persen. “Sumur GNK-114 merupakan sumur pertama dari rangkaian GNK Batch Drilling. Totalnya, ada 5 sumur dimulai sejak 13 Juli 2026 pengeborannya,” terangnya.

Sementara itu, sumur GNK-115 merupakan sumur kedua rangkaian GNK Batch Drilling juga dengan 5 sumur dimulai pada 2 Agustus 2026 dipadukan Dual Completion. Pengeboran sumur migas, untuk mendapat hasil dilakukan di kedalamam 700 meter menggunakan mata bor sebesar 17,5 inci.

“Inovasi dilakukan tersebut, jelas menjadi penentu keberlanjutan produksi migas pada industri hulu migas dilakukan PHR Zona 4 melalui PEP Field Prabumulih menjaga ketahanan energi nasional, dua sumur GNK menjadi harapan baru tambahan produksi bagi perusahaan,” akunya.

Dual Teknologi

  • Batch Drilling: Metode pengeboran beberapa sumur berdekatan secara bertahap untuk menghemat waktu dan biaya, termasuk dengan mengurangi kebutuhan bongkar-pasang rig.
  • Dual Completion: Metode penyelesaian sumur yang memungkinkan produksi dari dua zona reservoir melalui satu sumur sesuai kondisi teknis.

 

Hasil Sepadan dari Dual Inovasi, Sebagai Harapan Baru Tambahan Produksi Migas

Keberhasilan penerapan dual teknologi di sumur GNK, tentunya menjadi komitmen Pertamina Subholding Upstream Regional 1 Zona 4 (Pertamina Hulu Rokan Zona 4) terus berupaya menghadirkan energi untuk negeri melalui berbagai inovasi dalam kegiatan operasi hulu migas.

General Manager (GM) PHR Zona 4, Heru Irianto membeberkan, sejak 21 Juli 2026, PHR Zona 4 mengembangkan Sumur GNK-115 dan sejumlah sumur lain di sekitarnya menggunakan teknik pengeboran batch drilling. Batch drilling memungkinkan pengeboran beberapa sumur yang berdekatan dilakukan secara bertahap tanpa harus melalui proses bongkar pasang rig.

Penerapan dual teknologi, Batch Drilling dan Dual C ompletion di Sumur GNK-114 dan GNK-115.

Pada uji alir awal (initial flow test) secara natural open flow 5 Oktober 2026, Sumur GNK-115 menunjukkan potensi produksi minyak 2.423,29 BOPD dan gas 1,95 MMSCFD.

“Seluruh insan PHR Zona 4 terus berinovasi dalam mendukung ketahanan energi nasional. Pencapaian di Sumur GNK-115 menjadi pemacu semangat kami untuk tak pernah berhenti mencari terobosan-terobosan baru yang andal dan berkelanjutan,” ucapnya.

Beber Heru, pengembangan Sumur GNK-115 disertai dengan catatan positif total jam kerja selamat (safe man hours) 57.288 jam sejak pertama kali tajak. Operasi ini dilaksanakan dengan mengutamakan komitmen terhadap aspek HSSE dan Operational Excellent.

“GNK-115 merupakan sumur pengembangan kedua di Struktur Gunung Kemala yang dibor menggunakan teknik Batch Drilling. Sebelumnya pada akhir September lalu, PHR Zona 4 berhasil mengembangkan Sumur GNK-114 dengan kombinasi teknik pengeboran Batch Drilling dan teknik komplesi Dual Completion,” tambahnya.

Hasil uji alir awal (initial flow test) yang dilakukan pada 27-28 September 2026, pada GNK-114 menunjukkan sumur tersebut memiliki potensi produksi minyak mencapai 5.605,68 barel minyak per hari (BOPD) dan gas sebesar 2,96 MMSCFD pada kondisi open flow.

“Pencapaian tersebut diperoleh melalui penerapan kombinasi dua inovasi, yakni Batch Drilling dan Dual Completion, dalam pengembangan Sumur GNK-114. Perpaduan kedua teknologi tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk meningkatkan efisiensi dan keandalan operasional hulu migas,” tandas Heru.

Sementara itu, Senior Manager Subsurface and Development and Planning (SSDP) PHR Zona 4, Reza Nur Ardianto merinci, setelah keberhasilan di dua sumur tersebut bersama dengan GNK-PD65, GNK-PD66. PHR Zona 4 akan menuntaskan pengeboran menggunakan teknik batch drilling di tiga sumur, yaitu GNK-PD68, GNK-PD79. Upaya ini diharapkan dapat mendorong produksi minyak dan gas di wilayah kerja PEP Prabumulih Field dan PHR Zona 4 secara keseluruhan.

Foto udara, lokasi rig PDSI di wilayah kerja PEP Field Prabumulih, sumur GNK-114 dan GNK-115.

“Kami akan menjadikan pencapaian ini sebagai catatan dalam upaya mengoptimalkan pengurasan minyak dan gas di lapangan mature Zona 4 dan terus melakukan inovasi dalam mendukung ketahanan energi,” tugasnya.

PHR Zona 4 sendiri menarget produksi 2026, minyak sekitar 30.305 BOPD. Lalu, gas produksi sekitar 484 MMSCFD.

Sementara itu, realisasi hingga Agustus 2026, sekitar 28.000 BOPD. (Pada Semester I 2026, realisasi tambahan dari pemboran 27 sumur mencapai 1.549 BOPD atau setara 125% dari target YTD, dengan total produksi minyak semester I kisaran 27.500 BOPD). Gas, sudah melampaui target dengan realisasi menembus 540 MMSCFD.

Capaian Produksi PHR Zona 4

  • Target produksi minyak 2026: 30.305 BOPD.
  • Realisasi minyak hingga Agustus 2026: Sekitar 28.000 BOPD.
  • Realisasi gas hingga Agustus 2026: Sekitar 540 MMSCFD, melampaui target 484 MMSCFD.

 

Produksi Migas Bertambah, Tunjang Target PHR Zona 4

Sebelumnya, kinerja produksi migas PHR Zona 4, PEP Field Prabumulih hingga Agustus 2026 menunjukkan capaian positif. Produksi gas berhasil melampaui target yang telah ditetapkan, sementara produksi minyak terus diupayakan untuk ditingkatkan.

Dari total sekitar 903 sumur migas di lingkungan PEP Field Prabumulih, dan 190 sumur aktif berproduksi. Hingga Agustus 2026, realisasi produksi gas PHR Zona 4 Field Prabumulih mencapai 107 MMSCFD. Capaian tersebut setara dengan sekitar 103,83 persen dari target sebesar 103,75 MMSCFD.

Sementara itu, realisasi produksi minyak tercatat sebesar 9.572 BOPD, atau mencapai 93,81 persen dari target sebesar 10.204 BOPD.

Senior Manager (SM) PHR Zona 4 Field Prabumulih, M Luthfi Ferdiansyah, mengatakan capaian produksi tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga keberlanjutan produksi migas.

Fasilitas produksi migas di wilayah kerja PEP Field Prabumulih, penunjang ketahanan energi nasional.

“Alhamdulillah, hingga Agustus 2026, untuk produksi gas kita mencapai 107 MMSCFD atau sekitar 103,83 persen dari target 103,75 MMSCFD. Termasuk adanya inovasi dual teknologi, Batch Drilling dan Dua Completion menjadi penentu diterapkan pada sumur migas GNK-114 dan GNK-115 akan menambah produksi migas kita,” ujar Luthfi saat dikonfirmasi, Sabtu,  (29/8/2026).

Menurutnya, capaian produksi gas yang berada di atas target menjadi salah satu indikator positif dalam kinerja operasional PHR Zona 4 Field Prabumulih.

“Ini tentunya menjadi capaian yang terus kita jaga. Kita berupaya agar produksi dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan, dan akan terus dipertahankan.  Apalagi, sumur GNK menjadi salah satu sumur produksi penyumbang produksi migas di PEP Field Prabumulih,” katanya.

Sementara untuk produksi minyak, Luthfi menyampaikan realisasinya hingga Agustus 2026 mencapai 9.572 BOPD.

“Untuk minyak, realisasi kita sebesar 9.572 BOPD atau sekitar 93,81 persen dari target yang ditetapkan sebesar 10.204 BOPD,” jelasnya.

Ia menegaskan, berbagai langkah terus dilakukan untuk menjaga performa produksi sekaligus membuka peluang peningkatan produksi migas dari lapangan yang dikelola.

“Berbagai upaya terus kita lakukan dan kita jaga untuk meningkatkan produksi migas,” tegas Luthfi.

Salah satu upaya yang dilakukan, lanjut dia, yakni melalui pengembangan dan penerapan berbagai inovasi dalam kegiatan operasional.

“Kita terus mendorong inovasi. Inovasi menjadi salah satu bagian penting dalam upaya kita mengoptimalkan produksi,” ungkapnya.

Luthfi menambahkan, menjaga produksi migas bukan hanya berkaitan dengan pencapaian target perusahaan, tetapi juga memiliki peran lebih luas dalam mendukung kebutuhan energi nasional.

“Yang paling utama adalah bagaimana kita terus menjaga ketahanan energi,” ujarnya.

Menurutnya, kontribusi sektor hulu migas sangat penting dalam mendukung ketersediaan energi bagi masyarakat dan kebutuhan nasional.

“Kita ingin terus memberikan kontribusi terhadap produksi migas nasional. Karena itu, upaya menjaga dan meningkatkan produksi akan terus dilakukan,” katanya.

Ia pun menegaskan bahwa capaian produksi hingga Agustus bukan menjadi titik akhir. Evaluasi dan optimalisasi tetap dilakukan agar kinerja produksi dapat dipertahankan hingga akhir tahun.

“Capaian ini akan terus kita evaluasi. Apa yang sudah baik kita pertahankan, sementara yang masih bisa ditingkatkan akan terus kita optimalkan,” pungkas Luthfi.

Dengan realisasi gas yang telah melampaui target, PHR Zona 4 Field Prabumulih kini memiliki modal positif untuk mempertahankan kinerja produksi. Di sisi lain, optimalisasi produksi minyak dan inovasi di lapangan terus menjadi bagian dari strategi untuk memperkuat kontribusi perusahaan terhadap ketahanan energi dan produksi migas nasional.

Produksi PEP Field Prabumulih

  • Jumlah sumur: Sekitar 903 sumur, dengan 190 sumur aktif berproduksi.
  • Realisasi gas hingga Agustus 2026: 107 MMSCFD atau 103,83% dari target 103,75 MMSCFD.
  • Realisasi minyak hingga Agustus 2026: 9.572 BOPD atau 93,81% dari target 10.204 BOPD.

 

SKK Migas Sumbagsel Apresiasi Dual Teknologi, Jaga Ketahanan Energi Nasional

Inovasi teknologi menjadi salah satu kunci penting dalam meningkatkan produksi minyak dan gas bumi (migas) nasional. Upaya tersebut mendapat apresiasi dari SKK Migas Sumbagsel melalui penerapan teknologi Batch Drilling dan Dual Completion di sumur GNK-114 dan GNK-115 oleh PEP Field Prabumulih, bagian dari PHR Zona 4.

Perwakilan SKK Migas Sumbagsel, Safei Syafei SH, menilai penerapan teknologi tersebut merupakan langkah strategis dalam mengoptimalkan potensi sumber daya migas sekaligus meningkatkan efektivitas kegiatan operasi hulu migas.

Menurutnya, inovasi dalam kegiatan pengeboran dan pengelolaan sumur menjadi faktor penting untuk menjaga keberlanjutan produksi, terutama dalam menghadapi tantangan pemenuhan kebutuhan energi nasional yang terus berkembang.

“Kami mengapresiasi inovasi dan penerapan teknologi yang dilakukan Pertamina Hulu Rokan Zona 4, khususnya Pertamina EP Field Prabumulih, melalui penerapan Batch Drilling dan Dual Completion. Inovasi ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan efektivitas operasi, mengoptimalkan potensi produksi minyak dan gas bumi, serta mendukung keberlanjutan pasokan energi nasional,” ujar Safei.

Ia menjelaskan, optimalisasi produksi migas tidak hanya bergantung pada kegiatan pengeboran, tetapi juga pada kemampuan perusahaan dalam menerapkan solusi teknis yang tepat, efisien, dan berorientasi pada hasil.

Melalui pemanfaatan teknologi yang semakin berkembang, potensi sumber daya migas diharapkan dapat dikelola secara maksimal sehingga memberikan kontribusi nyata bagi pencapaian target produksi nasional.

Penerapan Batch Drilling sendiri merupakan pendekatan pengeboran secara berkelompok berdasarkan tahapan pekerjaan yang sejenis. Sementara itu, Dual Completion merupakan metode penyelesaian sumur yang memungkinkan produksi dari dua zona reservoir melalui satu sumur dengan konfigurasi dan pengendalian yang sesuai.

Kombinasi kedua teknologi tersebut diharapkan mampu mendukung efektivitas operasi, mempercepat pelaksanaan pekerjaan pada kondisi yang sesuai, serta meningkatkan peluang optimalisasi produksi dari sumur-sumur potensial.

“Kami berharap inovasi seperti ini dapat terus dikembangkan dan diterapkan pada sumur-sumur potensial lainnya. SKK Migas bersama para Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) terus mendorong berbagai upaya peningkatan produksi migas untuk mendukung ketahanan energi Indonesia,” tambahnya.

Apresiasi tersebut sekaligus menegaskan pentingnya sinergi antara SKK Migas dan para KKKS dalam mendorong inovasi, meningkatkan kinerja operasi, serta menjaga keberlanjutan industri hulu migas.

Dengan pemanfaatan teknologi yang tepat dan pengelolaan sumber daya yang optimal, kegiatan operasi hulu migas diharapkan semakin berkontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan energi dalam negeri dan penguatan ketahanan energi nasional.

 

Menjaga Energi Hari Ini, Menyiapkan Pasokan untuk Masa Depan

Keberhasilan penerapan Batch Drilling dan Dual Completion di Sumur GNK-114 dan GNK-115 memperlihatkan bagaimana inovasi dapat menjadi bagian penting dalam menjawab tantangan industri hulu migas.

Efisiensi waktu pengeboran, potensi penghematan biaya operasional, serta hasil uji alir awal GNK-115 menjadi modal positif bagi pengembangan sumur-sumur potensial lainnya.

Bagi PHR Zona 4 dan PEP Field Prabumulih, inovasi bukan sekadar pembaruan teknologi, melainkan bagian dari strategi menjaga keberlanjutan produksi, mengoptimalkan lapangan yang telah beroperasi, dan memperkuat kontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan energi nasional.

Pompa angguk di salah satu wilayah PEP Field Prabumulih, untuk menambah produksi migas.

Dengan dukungan teknologi, pengelolaan sumber daya yang terukur, penerapan standar keselamatan, serta sinergi bersama SKK Migas, upaya peningkatan produksi migas diharapkan terus berlanjut.

Dari Struktur Gunung Kemala, Prabumulih, harapan baru bagi produksi migas pun tumbuh. Sebuah langkah inovatif untuk menjaga pasokan energi hari ini sekaligus memperkuat ketahanan energi Indonesia pada masa mmendatang.

Data Sumur Migas GNK

  • Lokasi: Struktur Gunung Kemala, Kelurahan Gunung Kemala, Kecamatan Prabumulih Barat, Kota Prabumulih.
  • Teknologi: Batch Drilling dan Dual Completion.
  • Efisiensi pengeboran: Target 71 hari, terealisasi sekitar 55 hari atau lebih cepat 16 hari.
  • Penghematan biaya: Sekitar 24 persen.
  • GNK-114: Potensi produksi minyak 5.605,68 BOPD dan gas 2,96 MMSCFD.
  • GNK-115: Potensi produksi minyak 2.423,29 BOPD dan gas 1,95 MMSCFD.
  • Keselamatan kerja GNK-115: Mencatat 57.288 jam kerja selamat (safe man hours).
  • Pengembangan lanjutan: PHR Zona 4 merencanakan penyelesaian pengeboran sejumlah sumur potensial lainnya dengan metode Batch Drilling.

(*)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

eight + ten =

Back to top button