Olahraga UmumSports

Novak Djokovic tampak sangat kesal saat konferensi pers setelah disingkirkan dari Wimbledon oleh Jannik Sinner.

DIFANEWS.COM – Novak Djokovic bertanding di All England Club untuk mengejar gelar tunggal Grand Slam ke-25 yang akan memecahkan rekor—jumlah terbanyak dibanding petenis pria atau wanita mana pun sepanjang sejarah.

Namun, ia ditaklukkan Sinner  6-4, 6-4, 6-4 di babak semifinal, dan kini telah melewati empat tahun tanpa gelar Wimbledon. Sinner tak lain adalah petenis nomor 1 dunia.

Dalam konferensi pers setelah kekalahan di Centre Court tersebut, Djokovic—yang mengoleksi 24 gelar tunggal Grand Slam-nya menyamai rekor Margaret Court—tampak dongkol dengan rentetan pertanyaan yang diajukan wartawan.

“Tahun ini Anda tampaknya lebih kompetitif, dalam beberapa hal, dibandingkan tahun lalu, terlepas dari hari ini…” cetus seorang wartawan.

“Salah,” potong Djokovic, yang kemudian ditimpali lagi oleh sang reporter: “Mungkin Anda kelelahan. Bagaimana perasaan Anda tentang hal itu? Apakah Anda benar-benar merasa bisa terus bermain terus-menerus, atau tidak?”

“Saya baru saja bilang Anda salah, saya tidak setuju dengan pendapat Anda,” tegas Djokovic kembali. “Saya selalu kompetitif, selalu memberikan yang terbaik dalam situasi apa pun.”

‘Terkadang dari luar terlihat lebih kompetitif, terkadang kurang, tetapi hanya saya yang tahu apa yang saya lalui secara internal dan apa yang diperlukan untuk bisa tetap bermain di level ini.”

‘Tentu saja saya kecewa dan tentu saja saya ingin memenangkan Wimbledon. Itulah alasan mengapa saya masih memotivasi diri saya begitu keras, tetapi saya baru saja kalah dari pemain yang lebih baik dan saya harus menerimanya.

“Jelas ini berat. Begitu Anda keluar dari lapangan, ini sulit diterima, tetapi memang begitulah kenyataannya.”

“Saya tidak… Saya tidak marah pada diri saya sendiri, saya rasa saya tidak melakukan terlalu banyak kesalahan, saya hanya bermain satu atau dua level di bawah level dia (Sinner).”

‘Dia bermain sangat solid dari semua sudut, dan servisnya… sangat sulit dibaca. Servisnya telah menjadi senjata yang luar biasa dalam beberapa tahun terakhir, sejak dia mengubah tekniknya.”

“Dan tentu saja, dia sangat kokoh dari area belakang lapangan, sama seperti pemain top lainnya, dan begitulah.”

Satu Tarian Terakhir di Wimbledon?

Kini di usia 39 tahun, muncul keyakinan yang kian kuat bahwa Djokovic mungkin sudah mendekati masa pensiun dari dunia tenis.

Ia memang masih menjadi salah satu pemain top dunia, tetapi Sinner telah menunjukkan bahwa, bersama Carlos Alcaraz, generasi hebat yang baru mulai bermunculan.

Djokovic sendiri belum menyatakan secara resmi kapan ia berencana mengakhiri karier gemilangnya, di mana ia telah memenangkan Grand Slam terbanyak oleh seorang pria—dua gelar lebih banyak dari Rafael Nadal.

Namun, tampaknya pensiun tersebut tidak akan terjadi dalam waktu dekat.

Ketika ditanya apakah ia berniat kembali ke Wimbledon pada tahun 2027, ia menjawab: “Saya ingin kembali, setidaknya satu kali lagi. Kita lihat saja nanti.”

Sementara itu, Sinner akan menghadapi Alexander Zverev di final Wimbledon pada Minggu (12/7). Zverev menang tiga set langsung melawan petenis favorit tuan rumah, Arthur Fery, yang berhasil mencapai semifinal meskipun masuk lewat jalur wildcard.***

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

15 − seven =

Back to top button