BeladiriSports

Bukan Cuma Julukan, Begini Rekam Jejak Christian Mbilli Membangun Karier ‘Sebrik demi Sebrik’

DIFANEWS.COM – Christian Mbilli punya julukan keren, solide. Dagunya sangat tahan pukul. Tapi, apakah dia juga akan tahan dengan jotosan Canelo Alvarez pada 31 Oktober nanti?

Kokoh sesuai julukannya, solid secara rancangan pertarungan—seluruh perjalanan karier Christian Mbilli layaknya seorang pria yang membangun dirinya sendiri sebrik demi sebrik. Sebuah perjalanan panjang dari Yaoundé, berlanjut ke Montreal, hingga akhirnya memegang sabuk juara dunia yang ia warisi alih-alih dimenangi lewat duel langsung.

Lahir di Yaoundé pada 1995, Christian Mbilli pindah ke Prancis pada usia 16 tahun khusus untuk menekuni dunia tinju secara lebih serius. Ia langsung terjun ke kancah amatir dan mengantongi lebih dari 80 pertarungan, termasuk menyabet beberapa gelar juara nasional Prancis.

Banyaknya jam terbang itulah yang membuatnya tak bertarung layaknya petinju yang baru mengantongi 29 laga profesional.

Perjalanan Olimpiade yang Berakhir Tragis

Mbilli berhasil menembus skuad Prancis untuk Olimpiade Rio 2016, sebelum akhirnya terhenti di babak ketiga.

Kisah di balik kelolosannya ke Olimpiade tersebut pun sangat menarik untuk disimak. Ia menundukkan sesama petinju kelahiran Kamerun, Kevin Lele Sadjo, dalam laga kualifikasi Prancis yang berlangsung ketat dan kontroversial—hasil yang tak pernah diterima sepenuhnya oleh pihak Sadjo. Jalur berbeda, titik awal yang sama, serta tanah kelahiran yang sama.

Gaya Tekan Bertempo Tinggi yang Unik

Bertarung di bawah arahan pelatih Marc Ramsay di Montreal, Mbilli membangun reputasi sebagai petinju tipe agresif-menekan dengan volume pukulan tinggi. Gaya bertarungnya kerap dibanding-bandingkan dengan para petarung paling pantang mundur asal Meksiko—sebuah ironi jika melihat siapa lawan yang berhadapan dengannya saat ini. Julukannya pun bukan sekadar hiasan. Kata “Solide” merujuk langsung pada kekuatan dagunya yang mampu menahan segala gempuran tanpa pernah kalah KO/TKO sekalipun.

Gelar Juara yang Lahir dari Atas Kertas

Inilah detail yang sering kali terlewat dalam berbagai ulasan: Mbilli resmi menjadi juara dunia penuh kelas menengah super WBC pada Januari 2026 setelah Terence Crawford melepas sabuk tersebut. Laga yang sejatinya diperintahkan menghadapi Hamzah Sheeraz pada akhirnya tak pernah terwujud. Kendati demikian, Mbilli sebenarnya sudah membuktikan kelayakannya terlebih dahulu dengan meng-KO Maciej Sulecki di ronde pertama untuk merebut gelar juara interim, sebelum langsung menuntut tempat di kartu pertarungan Canelo vs Crawford.

Satu-satunya Noda yang Perlu Diketahui

Catatan rekornya saat ini berdiri di angka 28-0-1. Satu-satunya hasil imbang tersebut terjadi dalam duel yang sangat brutal melawan Lester Martinez—sebuah laga yang hingga kini masih diakui kedua petinju sebagai salah satu malam terberat dalam karier mereka. Sisanya berakhir dengan kemenangan Mbilli, termasuk hasil impresif atas nama-nama tangguh seperti Carlos Góngora, Rohan Murdock, dan Sergiy Derevyanchenko.

Versus Canelo Alvarez

Christian Mbilli akan berhadapan dengan Canelo Alvarez pada 31 Oktober 2026 di Riyadh, Arab Saudi. Mbilli datang sebagai juara kelas menengah super WBC, sementara Canelo datang sebagai penantang.***

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

eight + thirteen =

Back to top button