DIFANEWS.COM — Juara dunia kelas menengah yunior WBC, Sebastian ‘The Towering Inferno’ Fundora, serta penantang wajib tak terkalahkan, Ermal Hadribeaj, resmi membuka rangkaian fight week lewat sesi latihan terbuka, Rabu (14/10).
Sesi latihan ini digelar jelang duel utama mereka di gelaran “The Fight” yang disiarkan langsung dari The Cosmopolitan, Las Vegas, Sabtu (17/10) mendatang.
Selain duel utama Fundora vs Hadribeaj, panggung co-feature menghadirkan bentrok juara kelas bulu WBA Brandon “The Heartbreaker” Figueroa melawan mantan juara kelas bantam Tomoki Kameda.
Laga pendukung lainnya menampilkan duel 10 ronde kelas menengah super antara mantan juara Armando “Toro” Reséndiz kontra Koen Mazoudier (Australia), serta pertarungan pembuka 8 ronde antara Marco Romero (Kansas) versus Braulio Ferreira (Uruguay).
Pernyataan Penting Para Petinju dalam Sesi Media Workout:
- Sebastian Fundora (Juara WBC Kelas Menengah Yunior):
“Saya tidak pernah menganggap remeh siapa pun. Ini laga perebutan gelar, jadi saya harus bersiap seolah lawan datang untuk mengincar kepala saya. Dia bekerja keras untuk sampai di posisi ini, tetapi sungguh sayang saya harus menghancurkan impiannya. Di kelas menengah, saya merasa sangat kuat dan tajam. Setelah duel ini, pertarungan saya melawan Jaron ‘Boots’ Ennis adalah laga terbesar di kelas menengah yunior yang diinginkan semua orang.”
- Ermal Hadribeaj (Penantang Wajib Albania):
“Mereka mungkin belum terlalu mengenali gaya bertarung saya. Saya bisa bertarung jarak jauh, jarak dekat, maupun memanfaatkan sudut. Menjadi juara dunia pertama asal Albania adalah impian besar saya. Julukan saya ‘Albanian Sniper’ karena pukulan saya sangat presisi dan terukur. Ketika pukulan saya mendarat, itu pasti menyakitkan.”
- Brandon Figueroa (Juara WBA Kelas Bulu):
“Kameda adalah petinju yang selalu maju menekan, sama seperti saya. Dia dijuluki ‘El Mexicanito’ karena bertarung dengan gaya ala petinju Meksiko. Saya petinju tradisional yang siap bertarung penuh 12 ronde dan melepaskan ribuan pukulan. Jika Naoya Inoue ingin naik ke kelas bulu dan menantang saya, saya sangat menyambutnya.”
- Tomoki Kameda (Mantan Juara Kelas Bantam):
“Kami berdua adalah tipe petarung yang selalu maju menyerang. Saya yakin para penggemar akan menikmati laga seru ini. Saya belajar dari kesalahan laga sebelumnya dan kini merasa jauh lebih siap. Saya pindah ke Meksiko sejak usia 15 tahun dan sudah menyerap sepenuhnya gaya bertarung ala Meksiko.”
- Armando Reséndiz (Mantan Juara Menengah Super):
“Saya mengambil pelajaran berharga dari kekalahan lawan Jaime Munguia lalu. Laga melawan Mazoudier adalah kesempatan emas bagi saya untuk membuktikan bahwa saya siap menjadi juara dunia kembali.”
- Koen Mazoudier (Petinju Australia):
“Bertarung melawan mantan juara dunia asal Meksiko di Las Vegas adalah salah satu impian terbesar saya. Gaya bertarung saya selalu menghadirkan duel sengit yang menghibur penonton, dan saya siap meladeni jual-beli pukulan.”
- Marco Romero (Petinju Kelas Menengah Super):
“Usai berlatih tanding (sparring) bersama Christian Mbilli dan Osleys Iglesias, saya tahu kapasitas saya tidak jauh dari level atas. Begitu masuk ke dalam ring, julukan ‘El Tiburón’ (Sang Hiu) dalam diri saya akan keluar.”***



