BeladiriSports

Horor 60 Pukulan Mematikan, Daniel Dubois Ratakan Wardley dan Siapkan Misi Sapu Bersih Sabuk Juara Kelas Berat

DIFANEWS.COM — Banyak pihak memprediksi Daniel Dubois akan mengalahkan Fabio Wardley dalam laga rematch mereka di O2 Arena, London, Sabtu (17/10) waktu setempat. Namun, hampir tidak ada yang menyangka kemenangan tersebut akan diraih dengan cara yang begitu klinis, ganas, dan sangat cepat.

Dubois (24-3, 23 KO) tidak main-main. Bahkan sebagian penonton di O2 Arena masih membeli makanan ringan saat Wardley tersungkur untuk kali pertama di ronde pembuka.

Pertarungan pertama mereka yang dimenangi Dubois lewat TKO di ronde ke-11 sempat diberi tajuk “Don’t Blink” (Jangan Berkedip). Untuk laga kedua ini, panitia sejatinya bisa memakai kembali poster tersebut. Melalui pembantaian dua ronde, Dubois secara tegas menancapkan dirinya sebagai petinju kelas berat aktif terbaik di planet ini saat ini.

Pengecualian tentu saja ada pada nama Oleksandr Usyk. Petinju asal Ukraina tersebut memang yang terbaik di generasinya, tetapi ia sudah berada di pengujung karier. Walau Usyk melepas semua sabuk gelarnya awal tahun ini, ia menyatakan masih akan bertarung setidaknya satu kali lagi—meski kapan dan siapanya masih misteri.

Namun di antara jajaran pemegang gelar saat ini—seperti Filip Hrgovic, Agit Kabayel, dan Murat Gassiev—Dubois membuat argumen paling kuat untuk berada di puncak hierarki kelas berat.

Senjata Mematikan dan Rekor Mentereng ‘Triple D’

Dubois bukan hanya memiliki daya ledak pukulan. Kecepatan, volume pukulan—mendaratkan 60 pukulan hanya dalam kurun waktu kurang dari enam menit melawan Wardley—footwork, serta jab kerasnya menjadi senjata yang sangat menakutkan.

Selain itu, ia memiliki catatan pertarungan terbaik. Ia telah menumbangkan juara bertahan dalam diri Wardley, mantan juara dunia dua kali Anthony Joshua, serta mengantongi kemenangan atas Filip Hrgovic.

Ada hal berbeda dari penampilan Dubois kali ini. Ia tampil jauh lebih fokus, dingin, dan penuh kalkulasi. Dibawah arahan pelatih Don Charles, Dubois membombardir Wardley tanpa ampun menggunakan pukulan-pukulan beratnya.

Opsi Pertarungan Berikutnya

Lantas, apa langkah Dubois berikutnya?

“Pertarungan besar, uang besar,” jawab Dubois singkat seusai laga.

Beruntung bagi Dubois dan para penggemar, sang promotor Frank Warren memegang kunci divisi kelas berat sehingga pintu menuju duel megabintang sangat terbuka lebar.

Siapa saja calon lawan potensialnya?

Ada Agit Kabayel (Juara WBC). Kabayel akan bertarung bulan depan di Jerman, sehingga jadwal untuk duel unifikasi gelar sangat selaras dan ideal.

Ada juga Tyson Fury vs Anthony Joshua. Kedua bintang ini dijadwalkan bertarung pada Desember. Dubois bisa melambungkan status megabintangnya ke level berikutnya melalui duel skala stadion melawan Fury atau laga rematch kontra AJ.

Juga Filip Hrgovic (Gelar IBF). Hrgovic, yang sempat naik ke ring dan berhadapan langsung dengan Dubois, menargetkan laga di Kroasia tahun depan dan harus menghadapi penantang wajib Frank Sanchez. Namun, Dubois menegaskan ingin merebut kembali sabuk IBF miliknya dari Hargovic.

Reaksi Usai Pertarungan & Tuntutan Kepada Promotor

“Saya memang bersiap untuk perang. Apa pun yang ia lakukan tidak akan memengaruhi saya,” tegas Dubois. “Pukulannya tidak terasa, dan saya hanya akan menerobosnya. Saya sangat fokus dan menolak untuk kalah. Fabio punya rahang yang kuat dan tahan pukul, tetapi pukulan saya mampu menembusnya.”

Dubois sangat bertekad menjaga momentum emas ini. Dalam konferensi pers pasca-pertarungan, ia bahkan langsung mendesak sang promotor: “Saya ingin tahu siapa lawan berikutnya, Frank. Siapa selanjutnya?”

Frank Warren sadar ia kini mengelola aset paling berbahaya di divisi kelas berat.

“Hal bagusnya adalah, semua orang ingin bertarung,” kata Warren. “Mereka adalah petarung sejati. Bahkan Filip saat di atas ring langsung berkata, ‘Ayo kita wujudkan.’ Apa pun yang terjadi, menurut saya Daniel bukan lagi petinju yang sama seperti setahun lalu. Dia petinju yang sepenuhnya berbeda sekarang, dan kami ingin mewujudkan unifikasi gelar ini.”

Pernyataan Warren menjadi kabar gembira bagi para penggemar tinju dunia yang selama ini jenuh dengan era di mana para petinju terbaik saling menghindar. Kini, beban ada di pundak Warren untuk merealisasikan duel-duel akbar tersebut.***

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

three × two =

Back to top button