Beredar Video Pria Diduga Pesta Sabu, Rutan Kelas I Depok Gelar Investigasi Internal

DIFANEWS.COM — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Depok bergerak cepat melakukan penelusuran dan investigasi internal terkait beredarnya video viral di media sosial yang memperlihatkan sejumlah pria diduga sedang menggelar pesta narkoba.
Aksi tersebut mendadak gempar setelah diunggah oleh akun Instagram @monitorjabar pada Sabtu (3/10). Dalam rekaman video tersebut, tampak beberapa pria berada di dalam sebuah ruangan, di mana salah satu di antaranya memegang botol yang disinyalir merupakan alat pengisap sabu atau bong.
Narasi yang menyertai unggahan tersebut menyebutkan bahwa lokasi kejadian berada di lingkungan pemasyarakatan Depok.
Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan Kelas I Depok, Bogi Nurseto, menegaskan bahwa jajaran pejabat struktural rutan langsung merespons perhatian publik tersebut dengan menerjunkan tim guna melakukan penelusuran mendalam.
“Kami jajaran pejabat struktural Rutan Kelas I Depok sudah menerima adanya berita informasi yang saat ini beredar di media sosial dan menjadi perhatian masyarakat. Menindaklanjuti hal tersebut, saat ini kami melaksanakan pendalaman, pengecekan, dan penelusuran secara internal untuk memastikan yang sebenarnya,” kata Bogi dalam keterangannya kepada awak media, Minggu (4/10).
Bogi memastikan pihak rutan tidak tinggal diam dan berjanji akan memproses setiap aduan masyarakat secara transparan sesuai fakta di lapangan. Meski demikian, hingga saat ini pihak rutan belum menyimpulkan kebenaran lokasi maupun isi dari rekaman tersebut sebelum proses investigasi rampung secara menyeluruh.
“Kami tidak mengabaikan setiap informasi yang disampaikan masyarakat. Setiap informasi menjadi perhatian dan kami tindak lanjuti berdasarkan fakta serta hasil pengecekan di lapangan. Untuk itu, saat ini kami masih melakukan pendalaman investigasi,” terangnya.
Lebih lanjut, Bogi menyampaikan bahwa evaluasi serta penguatan sistem pengawasan terus ditingkatkan di lingkungan Rutan Depok, sejalan dengan instruksi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM.
“Kami juga terus melakukan evaluasi dan penguatan pengawasan untuk memastikan seluruh pelaksanaan tugas pelayanan, keamanan, dan ketertiban di Rutan Depok berjalan sesuai dengan arahan pimpinan, yaitu zero halinar: bebas dari handphone, pungutan liar, dan narkoba,” tegas Bogi.***



