News

Dukungan Mengalir untuk Sambas Mangundikarta, Adhyaksa Dault Usulkan Gelar Kehormatan dari Negara

DIFANEWS.COM — Mantan Menteri Negara Pemuda dan Olahraga (Menpora), Adhyaksa Dault, dengan tegas menyatakan bahwa Pemerintah Indonesia layak memberikan setidaknya tanda kehormatan Bintang Mahaputra Wirakarya bagi almarhum penyiar legendaris, Sambas Mangundikarta.

“Saya, atau kita, akan membuat surat kepada Presiden Prabowo Subianto agar almarhum mendapatkan anugerah Bintang Mahaputra Wirakarya,” ujar Adhyaksa yang hadir dalam konferensi pers sebelum acara ‘100 Tahun Inspirasi Generasi Penyiar – Tribute to Sambas Mangundikarta’ yang digelar di Auditorium Yusuf M. Ronodipuro RRI Jakarta Pusat, Senin (19/10/2026).

Adhyaksa menyebut Sambas sangat layak mendapatkan penghargaan tersebut karena sumbangsihnya yang luar biasa besar dalam dunia penyiaran, khususnya di bidang olahraga sepak bola dan bulu tangkis. Selain itu, Sambas juga layak dikenang sebagai seorang budayawan serta seniman lewat karya-karya musiknya. Lagu legendaris ‘Manuk Dadali’ diketahui diciptakan sendiri oleh mendiang Sambas.

Dukungan terhadap gagasan Adhyaksa langsung disampaikan oleh mantan wartawati Kompas, Brigitta Isworo, dan aktor senior Pong Harjatmo. Keduanya turut hadir dalam acara tersebut untuk membagikan kesan-kesan berharga ketika bertemu dengan Sambas di masa hidupnya.

Acara penghormatan untuk mengenang penyiar legendaris asal Bandung ini disiarkan secara langsung melalui streaming kanal YouTube RRI Jakarta.

Perhelatan ini dipersembahkan oleh keluarga, kerabat, serta komunitas penyiar, dan dikomandoi oleh Tika Bisono bersama Inge Sambas (putri almarhum Sambas) selaku tim pelaksana, bekerja sama dengan LPP RRI Jakarta, Bank Indonesia, serta Tibis Sinergi Cendekia Consulting Firm.

Ketua Panitia, Tika Bisono, mengungkapkan bahwa acara tersebut dikemas dalam bentuk talkshow edukatif mengenai dunia penyiaran serta pertunjukan musik yang membawakan karya-karya ikonik Sambas Mangundikarta, termasuk lagu ‘Manuk Dadali’ yang diciptakan pada tahun 1962.

“Acara ini merupakan perayaan istimewa dan luhur untuk mengenang warisan beliau. Kami menyuguhkan talkshow penyiaran mumpuni serta persembahan lagu-lagu karya Sambas Mangundikarta yang sangat dikenal masyarakat sejak dulu hingga hari ini,” ujar Tika Bisono dalam keterangannya.

Sementara itu, Wakil Ketua Panitia, Heri Putranto, menegaskan bahwa misi utama perayaan ini adalah menghidupkan kembali legacy atau warisan Sambas Mangundikarta sebagai pahlawan penyiaran yang memberi warna dan marwah profesionalisme bagi dunia penyiaran serta jurnalistik Tanah Air.

Sebagai informasi, Sambas Mangundikarta lahir di Bandung pada 21 September 1926. Ia mengawali kariernya di Radio Perjuangan Jawa Barat (1946) di bawah jajaran pejuang Jenderal Dr. Moestopo, sebelum aktif di RRI sejak 1952 dan TVRI sejak 1962.

Sambas dikenal luas sebagai pewarta olahraga kenamaan yang meliput berbagai ajang besar dunia seperti Thomas Cup, All England, hingga Asian Games, serta sukses membawakan acara khas “Dari Desa ke Desa”. Atas jasa dan dedikasi besarnya, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) pernah menganugerahinya penghargaan Lifetime Achievement Award pada 2022.

Rangkaian peringatan ini direncanakan akan berlanjut pada tahun 2027 mendatang melalui kolaborasi dengan Pemerintah Daerah Bandung dan Subang dari aspek kebudayaan Sunda.***

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

five × one =

Back to top button