DIFANEWS.COM –Laga comeback Joe Joyce setelah absen selama 16 bulan berakhir dengan cara yang sangat aneh. Petinju kelas berat asal Inggris tersebut terpaksa dihentikan pada ronde ke-11 dalam duel yang memicu spekulasi kuat mengenai masa pensiunnya di VTB Arena, Moskow, Rusia, Sabtu (11/7) malam waktu setempat.
Menghadapi petinju yang belum terkalahkan, Artem Suslenkov, petinju veteran berusia 40 tahun itu tampak menyerah secara sepihak setelah menerima kombinasi pukulan beruntun.
Saat Suslenkov terus merangsek maju untuk menekannya, Joyce tiba-tiba melambaikan tangan kanannya—sebuah gestur yang tampak jelas memberi isyarat bahwa ia tidak ingin melanjutkan pertarungan.
Meskipun Joyce sudah memberikan kode tersebut, Suslenkov tetap maju dan melepaskan beberapa pukulan telak yang mengerikan. Wasit kemudian langsung bertindak cepat untuk menghentikan pertarungan saat ronde ke-11 tersisa satu menit.
“Benar-benar akhir pertarungan yang sangat aneh,” ujar komentator DAZN yang bertugas.
Hasil ini menjadi kemenangan terbesar dalam karier Suslenkov, yang kini mempertajam rekornya menjadi 15-0 sekaligus sukses mempertahankan sabuk juara kelas berat WBA Continental miliknya.
Sementara bagi Joyce, kekalahan ini membuat rekor bertandingnya merosot menjadi 16-5. Menambah penderitaan peraih medali perak Olimpiade 2016 ini, kelima kekalahan dalam karier profesionalnya justru terjadi berturut-turut dalam enam pertarungan terakhirnya.
Sejak awal bel berbunyi, malam itu menjadi momen yang sangat sulit bagi Joyce di Moskow, meskipun ia sebenarnya memiliki keunggulan tinggi badan dan jangkauan lengan.
Suslenkov mengerahkan seluruh kemampuannya untuk terus memburu Joyce ke setiap sudut kanvas. Di sisi lain, sang petinju Inggris mencoba mencari celah untuk mendaratkan pukulan hook kiri andalannya yang terkenal kuat. Namun, Joyce sama sekali tidak memiliki jawaban untuk meredam tekanan tanpa henti Suslenkov yang terus menghujaninya dengan kombinasi pukulan cepat.
Meski Joyce menunjukkan daya juang dan ketahanan luar biasa untuk menahan gempuran pukulan dari Suslenkov, segalanya menjadi tak tertahankan begitu memasuki ronde ke-11.
Hasil buruk ini membuat masa depan Joyce di dunia tinju profesional diselimuti ketidakpastian besar, mengingat ini adalah pertarungan pertamanya setelah 16 bulan vakum dan usianya kini sudah menginjak 40 tahun.
Padahal, dalam wawancara eksklusif bersama talkSPORT.com sebelum duel, Joyce sempat membeberkan alasannya kembali naik ring karena merasa masih memiliki satu kesempatan terakhir untuk mengejar sabuk juara.
“Saya bertarung demi warisan (legacy),” kata Joyce saat itu. “Saya ingin menunjukkan kepada para penggemar tinju di seluruh dunia kemampuan yang saya miliki. Bonus terbesarnya adalah memenangkan gelar juara dunia. Saya jelas pernah mendaki gunung itu sebelumnya, dan ini adalah kesempatan ketiga saya. Tinju adalah permainan ular tangga.”



