AI News

Dorong Kemandirian Pangan, Cik Ujang: GSMP Harus Beri Nilai Ekonomi

PALEMBANG, DIFANEWS – Suasana santai “Ngopi Bareng GSMP” menjadi panggung penting bagi masa depan Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP). Dalam forum yang digelar di Palembang itu, Wakil Gubernur Sumatera Selatan Cik Ujang menegaskan GSMP harus segera “naik kelas” agar masyarakat benar-benar berdaya dan mandiri pangan.

“Ngopi bareng memang sangat digemari masyarakat, karena pembangunan tak perlu selalu dalam suasana formal dan resmi. Namun bisa melalui forum yang lebih santai,” kata Cik Ujang di Aula BI Perwakilan Sumsel, Senin (14/9/2026).

Menurutnya, GSMP yang sudah berjalan sejak 2021 tidak boleh berhenti sebagai program bantuan semata. Tujuannya harus lebih tinggi, yakni mendorong masyarakat menjadi lebih produktif sekaligus mampu memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri.

“GSMP bertujuan lebih memproduktifkan masyarakat. GSMP harus terus didorong untuk naik kelas, agar masyarakat bisa memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri. Masyarakat tak hanya jadi penerima manfaat, namun menjadi pelaku. GSMP mampu memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.

Cik Ujang menilai, pengembangan GSMP perlu diarahkan pada kegiatan yang tidak hanya menghasilkan bahan pangan untuk kebutuhan rumah tangga, tetapi juga memiliki potensi ekonomi. Dengan demikian, hasil dari kegiatan pangan masyarakat dapat dikembangkan menjadi sumber pendapatan.

Konsep tersebut, lanjutnya, menjadi bagian penting dalam membangun kemandirian masyarakat Sumsel. Masyarakat diharapkan mampu memanfaatkan lahan dan potensi yang ada di lingkungan masing-masing untuk menghasilkan pangan sekaligus membuka peluang usaha.

Forum “Ngopi Bareng GSMP” juga menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi antara pemerintah, pemangku kepentingan dan masyarakat. Suasana yang lebih santai dinilai dapat membuka ruang diskusi yang lebih luas mengenai berbagai tantangan dan peluang dalam pengembangan program tersebut.

Cik Ujang berharap GSMP ke depan tidak hanya diukur dari banyaknya bantuan atau kegiatan yang diberikan, tetapi dari dampak nyata yang dirasakan masyarakat. Keberhasilan program harus terlihat dari semakin banyaknya masyarakat yang mampu menghasilkan pangan sendiri dan mengembangkan hasil produksinya menjadi kegiatan ekonomi.

“Jadi masyarakat bukan hanya menerima, tetapi bagaimana masyarakat itu bisa menghasilkan dan mendapatkan nilai ekonomi,” tegasnya.

Dengan dorongan untuk “naik kelas”, GSMP diharapkan terus berkembang dari program ketahanan pangan menjadi gerakan ekonomi masyarakat yang berkelanjutan. Pemerintah Provinsi Sumsel pun mendorong agar semangat kemandirian pangan tersebut semakin kuat dan manfaatnya dirasakan lebih luas oleh masyarakat. (ril)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 × one =

Back to top button