BeladiriSports

Era Dominasi ‘Triple D’! Daniel Dubois Bungkam Wardley Dua Ronde KKO di Hadapan 20 Ribu Penonton

DIFANEWS.COM — Daniel Dubois sukses mempertahankan gelar juara dunia kelas berat WBO usai merobohkan Fabio Wardley secara spektakuler pada ronde kedua dalam laga rematch mereka di O2 Arena, London, Minggu (18/10) dini hari WIB.

Pertarungan baru berjalan 17 detik ketika Dubois melayangkan pukulan telak yang membuat Wardley jatuh tersungkur. Ini menjadi momen pertama dalam karier profesional Wardley di mana ia harus menerima hitungan dari wasit. Sejak benturan pertama itu, petinju asal Ipswich tersebut tampak limbung dan gagal memulihkan kondisinya.

Petaka bagi Wardley berlanjut di ronde kedua. Saat laga berjalan 2 menit 21 detik di ronde tersebut, sang pelatih, Ben Davidson, akhirnya melemparkan handuk ke dalam ring untuk menyelamatkan anak asuhnya dari gempuran beruntun Dubois.

Kekalahan singkat ini mengejutkan publik O2 Arena. Padahal, Wardley mengusung misi balas dendam setelah pada pertemuan pertama mereka pada Mei lalu kalah lewat duel brutal 11 ronde yang menjadi kandidat kuat Fight of the Year. Namun, laga ulang kali ini praktis berakhir hampir sesaat setelah bel pertama dibunyikan.

Pernyataan Fabio Wardley: “Tidak Ada Penyesalan”

Usai laga, Wardley yang berjiwa besar mengakui keunggulan sang lawan saat diwawancarai oleh DAZN.

“Kalah itu memang tidak pernah menyenangkan, tapi inilah kenyataannya. Ini adalah bagian dari permainan,” ujar Wardley.

“Saya selalu menantang diri menghadapi kompetitor terbaik, para petinju terbesar dan tertangguh di arena ini. Jadi, tidak ada rasa malu saat Anda kalah ketika menguji diri melawan yang terbaik. Daniel adalah bukti nyata dari seseorang yang pernah gagal lalu bangkit lagi, dan saya akan melakukan hal yang persis sama.”

“Anda datang membawa taktik, mencoba melakukan penyesuaian, tapi malam ini strategi itu tidak berjalan bagi saya. Semuanya tidak menyatu sebagaimana mestinya, dan itu murni kesalahan saya.”

“Kredit penuh untuk Daniel atas persiapannya yang sangat matang. Tinju adalah olahraga dengan margin kesalahan yang sangat tipis; pertarungan bisa selesai dalam satu-dua ronde, atau menjadi perang terbuka seperti laga pertama kami.”

Wardley juga membantah anggapan para komentator bahwa laga rematch ini terlalu cepat digelar—mengingat pada duel Mei lalu ia menderita patah tulang hidung, luka robek parah, dan mata kanan yang hampir tertutup rapat.

“Tidak, sama sekali tidak,” tegas Wardley. “Saya hanya tampil dan gagal mengeksekusi rencana permainan dengan benar. Saya bertanggung jawab penuh atas hal itu. Saat melangkahi tali ring, saya berdiri sendiri. Tidak ada yang perlu disalahkan. Terima kasih kepada seluruh fans yang memenuhi O2 Arena, serta untuk Daniel dan timnya atas dua pertarungan hebat. Ini bukan malam saya, tapi saya akan kembali lebih kuat.”

Daniel Dubois: “Ini Era Saya”

Di sisi lain, Daniel Dubois menyambut kemenangan manis ini dengan penuh percaya diri.

“Apresiasi untuk semuanya, terima kasih untuk ayah saya dan seluruh tim atas kerja kerasnya. Fabio adalah petinju hebat yang berani datang untuk kedua kalinya, tetapi malam ini adalah waktu dan era saya,” ungkap Dubois.

“Sejak awal saya sudah memasang niat—niat yang sangat keras untuk menang. Ini adalah kemenangan dari Tuhan malam ini. Kami telah bekerja dengan sangat baik.”***

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 × 3 =

Back to top button