Bisnis

Fokus Kembangkan Bisnis Dalam Negeri, Boy Thohir Bawa Pulang Rp12,6 Triliun dari Australia

DIFANEWS.COM – Pengusaha nasional Garibaldi Thohir alias Boy Thohir membawa ‘pulang’ modal investasinya di Australia ke Indonesia.

Melalui PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), grup usaha yang dipimpinnya tersebut melepas kepemilikan saham di Kestrel Coal Group dengan nilai transaksi sekitar US$700 juta setelah pajak, atau setara kurang lebih Rp12,6 triliun pada Kamis, 1 Oktober 2025.

Selain menjadi tambahan kas perusahaan, hasil divestasi tersebut juga akan digunakan oleh Grup Adaro untuk pengembangan bisnis di Indonesia, pembayaran dividen, serta pelunasan sebagian pinjaman grup.

Keputusan menarik modal dari Australia dan mengembalikannya ke Tanah Air ternyata memiliki latar belakang yang cukup personal bagi Boy Thohir, yakni berawal dari pengalamannya pada era pandemi Covid-19.

Boy Thohir sempat berjuang melewati masa kritis ketika terpapar Covid-19 pada 2020 lalu dan harus menjalani perawatan intensif selama 11 hari di ruang ICU.

Dalam momen kritis tersebut, ia kembali mengingat pesan mendalam dari almarhum sang ayah, Teddy Thohir, untuk menjaga keluarga besar. Pengalaman spiritual itu kemudian membentuk cara pandangnya terhadap tanggung jawab sebagai pengusaha, termasuk terhadap keberlangsungan bisnis dan nasib para pekerjanya.

“Amanat ayah Teddy Thohir itu jaga 8 anak keluarga besar dan selesaikan Masjid At-Thohir,” ujar Boy Thohir di Kuningan CBD, Jakarta, Rabu (30/9).

Ketika krisis pandemi menekan dunia usaha hingga memicu gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di berbagai sektor, Boy memilih untuk mempertahankan para karyawannya. Menurutnya, beban krisis tidak seharusnya ditanggung oleh pekerja saja, terlebih ketika perusahaan masih memiliki kemampuan untuk menjaga keberlangsungan lapangan kerja.

Sebagai pengusaha, ia mengaku sangat terbebani jika harus mengambil opsi PHK. Ia pun mengambil kebijakan pengurangan penghasilan yang ditanggung bersama demi menyelamatkan seluruh karyawan.

Upaya dari ketahanan tersebut membuahkan hasil manis pada 2022. Saat harga batu bara dunia melonjak, kinerja keuangan Adaro kembali bergerak positif hingga melesat tajam.

“DNA kita memang yang di Indonesia. Baik buruknya, ini negara kita. Mau diapain? Ya sudah, apa yang bisa kita perbuat,” imbuhnya.

Pandangan hidup itulah yang kini tercermin dalam keputusan strategis bisnis Grup Adaro. Dana segar yang diperoleh dari pelepasan aset di Australia diarahkan kembali ke Indonesia untuk memperbesar skala aktivitas usaha sekaligus memberikan dampak ekonomi nyata di dalam negeri.

Keputusan membawa pulang dana hasil divestasi ini bukan semata-mata urusan pemindahan modal finansial, melainkan bentuk komitmen nyata untuk terus membangun bisnis, membuka lapangan kerja baru, dan memberikan manfaat seluas-luasnya di Tanah Air.***

 

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

16 + five =

Back to top button