Sepakbola Dunia

Janjikan Negaranya Juara Piala Afrika Lewat Jalur Ghaib, Dukun di Mali Ditangkap Polisi

DIFANEWS.COM – Seorang dukun di Mali ditangkap pihak kepolisian setelah mengklaim mampu membantu tim nasional sepak bola negaranya menjuarai Piala Afrika (AFCON) Kamis, (15/1/2026) dan mengumpulkan donasi dari masyarakat berdasarkan janji tersebut.

Pria itu bernama Karamogo Sinayoko mengaku memiliki kekuatan supranatural untuk memastikan kemenangan Mali di turnamen sepak bola paling bergengsi di Afrika. Berdasarkan laporan kepolisian, Sinayoko meminta sumbangan dana dari warga yang percaya pada klaim “magic”-nya. Total dana yang terkumpul diperkirakan mencapai 100 juta franc CFA atau setara sekitar Rp657 juta.

Namun, janji tersebut gagal terwujud. Timnas Mali harus menghentikan langkahnya di perempat final AFCON 2025 setelah kalah tipis 0–1 dari Senegal, meski sebelumnya tampil cukup meyakinkan di fase grup dan lolos lewat adu penalti melawan Tunisia.

Kegagalan itu memicu kemarahan pendukung yang merasa tertipu. Sejumlah warga kemudian melaporkan praktik Sinayoko ke aparat keamanan.

Pihak kepolisian Mali membenarkan penangkapan tersebut dan menilai tindakan sang dukun masuk kategori penipuan.

“Dia mengklaim bisa membantu tim nasional Mali menjuarai Piala Afrika dengan kekuatan supranatural, lalu meminta uang dari masyarakat,” ujar seorang pejabat kepolisian Mali, dikutip DetikSport, Kamis (15/1/2026).

Polisi menyebut kekecewaan warga memuncak setelah hasil di lapangan tidak sesuai janji.

“Warga merasa tertipu karena janji tersebut tidak terbukti. Dana yang dikumpulkan berasal dari sumbangan masyarakat,” lanjut keterangan kepolisian.

Menurut aparat setempat, praktik perdukunan berbayar yang disertai penggalangan dana dengan klaim palsu melanggar hukum di Mali. Karena itu, Sinayoko ditahan dan kasusnya diproses sebagai dugaan penipuan serta pengumpulan dana ilegal.

“Kasus ini diproses sebagai dugaan penipuan dan pengumpulan dana ilegal,” tegas pihak kepolisian.

Kasus ini menjadi pengingat keras bagi publik bahwa klaim kemenangan olahraga berbasis kekuatan supranatural tidak hanya menyesatkan, tetapi juga berpotensi melanggar hukum, terutama ketika melibatkan dana dari masyarakat luas.

Show More

Muhammad Fanber

Penulis Difanews.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button