Pesan Kematian Si Leher Beton: Mike Tyson Peringatkan Amerika Bahwa ‘Makanan Olahan Membunuhmu’
DIFANEWS.COM – Saat jutaan warga Amerika bersiap menyantap sayap ayam, nacho, dan bir, Mike Tyson punya saran berbeda: cobalah makan apel.
Mantan juara dunia kelas berat ini membintangi iklan Super Bowl berdurasi 30 detik dari MAHA Center, sebuah kelompok advokasi yang berafiliasi dengan gerakan Make America Healthy Again (MAHA) pimpinan Menteri Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan, Robert F. Kennedy Jr.
Iklan tersebut mendesak penonton untuk “makan makanan asli” dan memperingatkan bahwa “makanan olahan membunuh,” memberikan salah satu momen tandingan yang paling mengejutkan di tengah kemeriahan pertandingan.
Dalam iklan tersebut, Tyson menceritakan perjuangannya sendiri melawan berat badan, mengatakan bahwa ia pernah mencapai bobot 345 pon (sekitar 156 kg) dan mengonsumsi “satu liter es krim setiap jam.”
Ia juga berbagi kisah memilukan bahwa saudara perempuannya meninggal pada usia 25 tahun setelah serangan jantung yang terkait dengan obesitas.
Iklan diakhiri dengan Tyson dan putranya sedang memakan apel, seraya mengarahkan penonton ke RealFood.gov, sebuah situs web yang merinci pedoman diet federal baru yang dirilis Januari lalu.
MAHA Center mendanai penempatan iklan ini melalui donasi dari penyumbang kaya, menurut Tony Lyons, pemimpin kelompok tersebut sekaligus sekutu Kennedy.
Lyons mengatakan organisasi itu mendekati para donatur dengan tujuan menciptakan kampanye yang mampu menyaingi merek-merek konsumen besar di panggung Super Bowl. Kennedy memperkuat upaya tersebut di media sosial, menyebutnya sebagai “pesan terpenting dalam sejarah Super Bowl.”
Super Bowl di sini identik dengan pesta di rumah (tailgate parties). Ini adalah hari dengan konsumsi makanan terbesar kedua di Amerika setelah hari Thanksgiving. Menu wajibnya: sayap ayam (chicken wings), nachos, pizza, dan bir. Inilah mengapa iklan Mike Tyson yang menyarankan makan apel dianggap sangat “mengganggu” tradisi makan enak mereka.
Iklan ini sendiri mencerminkan semakin meningkatnya visibilitas gerakan MAHA, yang memfokuskan pesannya pada risiko kesehatan dari makanan ultra-proses, pewarna buatan, dan bahan tambahan lainnya.
Kekhawatiran publik terhadap makanan olahan terbukti kuat secara politik.
Jajak pendapat menunjukkan kesepakatan lintas partai yang kuat di antara orang tua bahwa produk yang diproses secara berlebihan menimbulkan risiko kesehatan yang signifikan bagi anak-anak, meskipun elemen lain dari agenda kesehatan Kennedy yang lebih luas tetap memicu perdebatan.
Meski demikian, para ahli nutrisi memperingatkan bahwa nada dramatis iklan tersebut, serta kritiknya yang blak-blakan terhadap obesitas, bisa menjadi bumerang, menurut laporan dari The New York Times.
Kampanye ini juga mengabaikan realitas struktural: produk ultra-proses menyumbang sekitar 70% dari pasokan makanan AS, di mana keterjangkauan harga dan kenyamanan membuatnya sulit dihindari oleh banyak rumah tangga.
Ketegangan tersebut—antara pesan yang sederhana dan sistem pangan yang kompleks—pada akhirnya akan menentukan dampak iklan ini. Namun, setidaknya selama 30 detik, momen paling “keras” di Super Bowl adalah saat Tyson menggigit sebuah apel.
Analisis Singkat: Iklan ini sangat menarik karena menggunakan persona Mike Tyson yang keras untuk menyampaikan pesan kesehatan yang radikal. Kontroversi muncul karena iklan ini menyerang industri makanan justru di saat warga Amerika sedang merayakan pesta makan besar tahunan mereka (Super Bowl).



