News

Sekolah SD yang “Gaib” di Sampang Tetep Terima 63 Porsi MBG Per Hari!

DIFANEWS.COM – Sebuah video viral yang beredar di media sosial menghebohkan publik karena menampilkan kondisi Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Batuporo Timur, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, yang disebut tidak memiliki siswa aktif, namun tetap tercatat menerima bantuan Makan Bergizi Gratis (MBG) sebanyak 63 porsi setiap hari.

Dalam video berdurasi sekitar 3 menit yang diunggah warga setempat, perekam yang mengaku bernama Zainuddin berjalan menuju gedung sekolah dan memperlihatkan lembaga pendidikan yang tampak sepi, tanpa satupun murid sedang belajar. Bahkan, halaman sekolah terlihat tak terawat dan suasana menyurutkan kesan aktivitas pendidikan.

SDN 1 Batuporo Timur di Kabupaten Sampang viral karena terlihat kosong tanpa siswa aktif. Foto: ZainudinMd

“Di sini ada lembaga sekolah SDN 1 Batuporo Timur, di mana setiap harinya mendapatkan bantuan MBG sebanyak 63 porsi. Namun di lembaga ini tidak pernah ada aktivitas belajar dan mengajar karena tidak ada siswa yang aktif,” ujar perekam video dalam rekaman tersebut.

Dalam video itu juga disebutkan bahwa sekolah tersebut memiliki delapan guru, namun hanya empat yang terlihat hadir setiap hari. Beberapa adegan memperlihatkan guru sedang bersantai, membuat kopi atau bahkan memutar video musik di dalam kelas.

Menanggapi viralnya video tersebut, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sampang turun langsung ke lokasi untuk melakukan peninjauan dan verifikasi kondisi sekolah. Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Disdik Sampang, Mohammad Yusuf, menyebut bahwa menurut data administratif di Dapodik (Data Pokok Pendidikan) sekolah itu tercatat memiliki 33 siswa. Namun saat tim Disdik meninjau lapangan pada Selasa (20/1/2026), tidak satu pun siswa terlihat masuk sekolah.

Yusuf menjelaskan bahwa beberapa guru di sekolah itu mengatakan bahwa siswa hanya aktif hadir di hari Jumat, sedangkan pada hari Senin sampai Kamis serta Sabtu mereka mengikuti kegiatan belajar di madrasah sekitar sekolah.

Disdik Sampang pun menyayangkan kondisi yang terekam dalam video, termasuk perilaku guru yang tidak menunjukkan aktivitas mengajar sebagaimana mestinya. Untuk itu, pihaknya akan memanggil guru yang terekam dalam video serta melakukan pembinaan agar kegiatan sekolah sesuai dengan fungsi pendidikannya.

Terkait penyaluran MBG, Disdik menyatakan bahwa pengiriman bantuan makanan itu biasanya disesuaikan dengan data siswa di Dapodik. Pernyataan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sempat mengirimkan MBG juga dikonfirmasi mengikuti data yang diajukan pihak sekolah kepada dapurnya. Namun setelah informasi viral, pendistribusian MBG sempat dihentikan sementara hingga ada klarifikasi data lebih lanjut dari Disdik.

Kasus ini memicu pro dan kontra di publik karena menyangkut penggunaan dana bantuan yang seharusnya tepat sasaran untuk anak sekolah, sementara faktanya sekolah tersebut tampak kosong tanpa siswa aktif.

Show More

Muhammad Fanber

Penulis Difanews.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button