Tingkatkan Produksi Migas Dukung Ketahanan Energi Nasional, Begini Strategi Jitu PEP Field Prabumulih di 2026

PRABUMULIH, DIFANEWS – PT Pertamina EP (PEP) Field Prabumulih menatap tahun 2026 dengan optimisme tinggi melalui penerapan strategi terukur dan inovasi berkelanjutan guna meningkatkan produksi minyak dan gas bumi (migas) demi mendukung ketahanan energi nasional.
Senior Manager PEP Field Prabumulih, M Lutfhi Ferdiansyah, mengungkapkan bahwa capaian produksi pada awal Januari 2026 menunjukkan kinerja yang melampaui target perusahaan.
“Target produksi Januari 2026 untuk minyak sebesar 10.010 barel oil per day (BOPD) dan gas 110 MMSCFD. Realisasi produksi harian saat ini mencapai 10.456 BOPD atau 104 persen dari target, sementara produksi gas mencapai 120 MMSCFD atau 108 persen dari target,” ungkap Lutfhi, Selasa (7/1/2026).
Menurutnya, capaian tersebut menjadi indikator positif bahwa berbagai langkah optimalisasi lapangan yang dijalankan PEP Field Prabumulih berada pada jalur yang tepat. Keberhasilan ini tidak lepas dari upaya intensifikasi produksi, optimalisasi sumur eksisting, serta peningkatan keandalan fasilitas produksi.
Untuk menjaga tren positif tersebut, PEP Field Prabumulih juga menyiapkan program pemboran 26 sumur sepanjang 2026. Kegiatan pemboran dijadwalkan mulai berjalan pada Maret 2026 dan saat ini masih berada pada tahap persiapan teknis dan administrasi.
“Program pemboran ini kami siapkan untuk menahan laju penurunan alamiah produksi sekaligus menambah cadangan dan produksi migas baru, khususnya dari lapangan-lapangan potensial di wilayah kerja Field Prabumulih,” jelasnya.
Selain pemboran, inovasi menjadi pilar utama dalam mendukung optimalisasi produksi migas, terutama di lapangan mature. Berbagai inovasi teknis terus diterapkan untuk meningkatkan efisiensi, kualitas produksi, serta keandalan operasi.
Salah satu inovasi yang dijalankan adalah penggunaan wellhead compressor (WHC) untuk memaksimalkan pemanfaatan gas associated. Melalui WHC, tekanan gas dapat ditingkatkan sehingga gas yang sebelumnya kurang optimal dapat dimanfaatkan dan dialirkan ke fasilitas pengolahan.
PEP Field Prabumulih juga melakukan modifikasi line Tundan guna menambah pasokan feed ke LPG Plant. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan volume gas yang diolah menjadi LPG, sekaligus memberikan nilai tambah dari sisi komersial.
Inovasi lainnya yakni instalasi Dehydration Unit (DHU) di Merbau Plant untuk mengurangi kandungan air (H₂O) dalam gas. Upaya ini penting untuk menjaga kualitas gas, meningkatkan keselamatan penyaluran, serta memenuhi spesifikasi penjualan.
Dari sisi infrastruktur, dilakukan pula upsize trunkline dari Lembak menuju Prabumulih Processing Plant (PPP). Peningkatan kapasitas pipa ini bertujuan mengakomodasi kenaikan volume produksi gas dan memastikan kelancaran penyaluran tanpa kendala kapasitas.
Sebagai penguatan sistem produksi, PEP Field Prabumulih juga melakukan modifikasi header manifold di PPP guna meningkatkan fleksibilitas dan keandalan operasi. Dengan modifikasi ini, pengaturan aliran fluida dari berbagai lapangan dapat dilakukan secara lebih optimal dan aman.
Lutfhi menegaskan, seluruh program kerja dan inovasi tersebut dijalankan dengan tetap mengedepankan aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE), efisiensi biaya, serta kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku. Di samping itu, sinergi dengan pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah dan masyarakat sekitar wilayah operasi, terus diperkuat.
“Komitmen kami bukan hanya meningkatkan produksi migas, tetapi juga memastikan operasi berjalan aman, andal, dan berkelanjutan, serta memberikan kontribusi nyata bagi ketahanan energi nasional,” tegasnya.
Dengan strategi pemboran yang agresif, penerapan inovasi teknologi, serta capaian produksi yang melampaui target sejak awal tahun, PEP Field Prabumulih optimistis dapat mempertahankan kinerja positif sepanjang 2026 dan menjadi salah satu penopang utama pasokan energi nasional.



