Sepakbola DuniaSports

Bisnis di Atas Nasionalisme, Lonjakan Harga Jersey Inggris Tuai Kecaman Menjelang Piala Dunia 2026

DIFANEWS.COM – Menjelang perhelatan akbar Piala Dunia 2026, para pendukung Timnas Inggris harus menghadapi kenyataan pahit.

Federasi Sepak Bola Inggris (FA) dan Nike resmi merilis seragam tempur terbaru The Three Lions, namun peluncuran ini justru memicu gelombang protes akibat harganya yang memecahkan rekor sebagai yang termahal sepanjang sejarah tim nasional.

Lonjakan Harga yang Drastis

Berdasarkan laporan dari berbagai sumber di Inggris, harga untuk satu helai jersey tipe “Authentic” (versi yang sama dengan yang dipakai pemain di lapangan) dibanderol dengan harga fantastis mencapai £134,99 atau sekitar Rp2,7 juta.

Angka ini mengalami kenaikan sebesar 8% dibandingkan dengan harga jersey saat Euro 2024 lalu.

Bahkan untuk versi “Stadium” yang lebih terjangkau, suporter tetap harus merogoh kocek sebesar £89,99 (sekitar Rp1,8 juta).

Bagi orang tua yang ingin membelikan jersey untuk anak-anak mereka, harga versi junior pun tidak main-main, yakni mencapai £114,99 (sekitar Rp2,3 juta) untuk tipe match shirt.

Reaksi Keras dari Berbagai Pihak

Kenaikan harga yang dianggap “tidak masuk akal” ini memicu kemarahan publik. Banyak fans menuduh produsen olahraga raksasa tersebut memanfaatkan rasa nasionalisme pendukung untuk keuntungan komersial semata.

Bahkan, Perdana Menteri Inggris pun dikabarkan turut memberikan perhatian khusus terhadap isu ini, mengingat sepak bola seharusnya menjadi “permainan rakyat” yang bisa dijangkau oleh semua kalangan.

Meski desain jersey kali ini terbilang bersih dan klasik—dengan sentuhan kerah bergaris yang mengingatkan pada edisi Piala Dunia 1998—hal tersebut tidak cukup untuk meredam amarah suporter.

Mereka merasa dipinggirkan dari kemampuan untuk memberikan dukungan langsung secara visual kepada tim kesayangan mereka.

Menatap Masa Depan di Bawah Thomas Tuchel

Di tengah kontroversi harga ini, Timnas Inggris kini bersiap mengusung kampanye mereka menuju takhta juara dunia di bawah arahan pelatih baru, Thomas Tuchel.

Namun, pertanyaannya tetap sama: berapa banyak suporter yang benar-benar sanggup memakai jersey resmi saat mereka memenuhi stadion di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada nanti?***

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

17 − eleven =

Back to top button