AI News

Anggota POM TNI Tewas Tertembak Saat Bantu Operasi, Polda Aceh Beberkan Kronologinya

ACEH, DIFANEWS – Kepolisian Daerah (Polda) Aceh mengungkap kronologi peristiwa penembakan yang menyebabkan anggota Polisi Militer (POM) TNI, Pratu Galuh Nugraha, meninggal dunia saat berlangsungnya operasi penangkapan terhadap terduga bandar narkoba.

Kapolda Aceh menjelaskan, insiden bermula ketika aparat melakukan operasi penangkapan terhadap empat orang terduga bandar narkoba yang berada di dalam sebuah mobil.

Dalam operasi tersebut, petugas berhasil mengamankan satu orang yang diduga merupakan oknum anggota Brimob. Sementara tiga terduga pelaku lainnya berhasil melarikan diri dan hingga kini masih dalam pengejaran.

Saat proses pengejaran berlangsung, petugas melepaskan tembakan ke arah para pelaku. Dalam situasi tersebut, peluru yang mengalami rekoset diduga mengenai seorang warga yang turut membantu proses penangkapan. Korban kemudian dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Belakangan diketahui bahwa korban merupakan anggota POM TNI, Pratu Galuh Nugraha, yang akhirnya meninggal dunia.

“Pada saat kejadian terdapat empat orang terduga pelaku di dalam mobil. Satu orang yang diduga merupakan anggota Brimob berhasil diamankan, sedangkan tiga lainnya masih dalam pengejaran,” ujar Kapolda Aceh.

Kapolda menambahkan, sejak insiden itu terjadi pihaknya telah berkoordinasi secara intensif dengan Pangdam Iskandar Muda beserta jajaran, Danpuspomad, dan Danpomdam Iskandar Muda.

Koordinasi tersebut dilakukan untuk menyampaikan fakta awal kejadian, memastikan penanganan terhadap korban, mendukung proses penyidikan, serta menjaga komunikasi dan soliditas antara Polri dan TNI.

“Atas nama keluarga besar Polda Aceh dan seluruh jajaran, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum Pratu Galuh Nugraha serta seluruh jajaran Tentara Nasional Indonesia,” ucap Kapolda.

Polda Aceh juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi. Masyarakat diminta tidak menyebarkan foto, video, maupun narasi yang belum dipastikan kebenarannya.

Selain itu, masyarakat yang mengetahui atau menyaksikan langsung rangkaian peristiwa tersebut diharapkan bersedia memberikan keterangan kepada penyidik guna membantu proses pengungkapan kasus.

Hingga saat ini, Polda Aceh menegaskan proses penyelidikan masih terus berlangsung, termasuk pengejaran terhadap tiga terduga pelaku yang melarikan diri. Aparat juga mengharapkan dukungan masyarakat melalui informasi yang dapat membantu pengungkapan perkara. (ril)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

nineteen − two =

Back to top button