BeladiriSports

Debut Kelam Petinju Cucu Idi Amin Berakhir Memalukan, Didiskualifikasi Karena Tanduk Lawan

DIFANEWS.COM – Debut cucu diktator legendaris Uganda Idi Amin, Abdul Aziz, di ajang Commonwealth Games berakhir dengan skandal memalukan. Petinju berusia 25 tahun itu didiskualifikasi pada ronde ketiga setelah terbukti melakukan aksi tandukan terhadap lawannya asal Inggris, Damar Thomas.

Tak berhenti di situ, petinju yang mempermalukan negaranya tersebut langsung melontarkan serangan verbal yang tajam kepada wasit usai laga dihentikan.

Suasana kian aneh ketika Aziz menolak berbicara dengan seorang jurnalis dari Press Association pasca-pertandingan. Penolakan itu dipicu oleh pemberitaan sang jurnalis mengenai kakeknya, Idi Amin—diktator tirani yang diperkirakan bertanggung jawab atas pembantaian setengah juta jiwa di Uganda usai kudeta 1971, serta pengusiran paksa 80.000 warga keturunan Asia.

“Kamu. Saya tidak suka kamu,” cetus Aziz. Seorang official tim Uganda langsung mengklarifikasi, “Dia begitu karena apa yang Anda tulis tentang kakeknya.”

Sebelum laga kelas berat super ini dimulai, Aziz secara kontroversial sempat menegaskan bahwa pencapaian kakeknya adalah sumber inspirasi terbesarnya. “Saya sangat bangga padanya,” klaim Aziz.

Aziz, yang juga dijuluki Aziz Ringo merujuk pada pukulan maut ciptaannya sendiri, sempat mengumbar janji akan menjadi “Raja Baru Skotlandia”—meniru sesumbar kakeknya di masa lalu yang ingin membebaskan warga Skotlandia dari Inggris.

Namun, hal paling berbau Skotlandia yang ditunjukkannya justru aksi ‘Glasgow kiss’ (tandukan kepala) ke wajah Thomas saat dirinya tertinggal angka 16-20.

Tudingan Wasit Bias dan Rasisme

Pasca-diskualifikasi, Aziz mengamuk dan menyebut keputusan wasit sangat tidak adil.

“Banyak sekali pelanggaran! Merangkul, memukul dengan siku, semuanya omong kosong. Para ofisial tidak bisa menilai itu. Kalau negara lain yang melakukan, mereka didiskualifikasi. Keputusan wasit ini sama sekali tidak benar dan saya sangat kecewa,” teriak Aziz.

Ia juga mengkritik hitungan knockdown yang diterimanya pada ronde pertama.

“Dia hanya kena pukulan ringan dan mereka menghitungnya. Saat saya mendaratkan pukulan telak ke arahnya, poin saya justru dipotong dan diberi peringatan. Saya orang Afrika kulit hitam, saya tahu itu. Ini sudah takdir Tuhan. Saya tidak paham kenapa para ofisial takut dengan pertarungan ini. Kenapa mereka tidak membiarkannya berlanjut?”

Aziz juga membantah sengaja menanduk lawan:

“Dia mengenai saya dengan siku. Itu (tandukan) tidak sengaja karena saya sedang berusaha bangkit. Bagaimana mungkin saya sengaja menanduk seseorang? Saya tidak akan melakukan itu.”

“Saat masih di Uganda, saya bertekad harus menang KO. Ini laga tandang bagi saya. Lain kali, saya harus menyelesaikan pertarungan di menit pertama.”

“Lain kali saya akan menghabisi dia,” ancam Aziz lagi. “Kapan pun di masa depan. Dua tahun, lima tahun, atau 10 tahun lagi. Saya akan tunjukkan padanya bahwa Aziz Ringo adalah ksatria sejati. Ini sangat menyakitkan.”

Sementara itu, petinju asal London, Damar Thomas (21), dipastikan melenggang mengamankan medali usai pertarungan liar yang lebih banyak diwarnai pukulan asal-asalan tanpa kualitas teknik tersebut.

“Tugas saya selesai,” ujar Thomas dengan nada tenang. “Memang bukan dengan cara yang saya inginkan, tapi yang penting tugas tuntas. Dia berlari ke arah saya menggunakan kepalanya. Saya memang sedikit canggung karena lama tidak bertanding, tapi ya beginilah hasilnya.”***

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

two × 4 =

Back to top button