Sepakbola EropaSports

Diagnosis Disfungsi Neurologis, Jamal Musiala Dipastikan Tetap Aman Merumput

DIFANEWS.COM – Winger Bayern Munich, Jamal Musiala, mengungkapkan bahwa dirinya mengidap “absence seizures” (kejang absens atau petit mal) yang dapat diobati, setelah ia kolaps di lapangan untuk kedua kalinya dalam rentang waktu empat hari.

Pemain berusia 23 tahun tersebut jatuh tersungkur hanya delapan menit setelah masuk sebagai pemain pengganti dalam laga persahabatan Bayern melawan FC Heidenheim pada Selasa (18/8) malam.

Kejadian ini menyusul insiden serupa dalam laga uji coba melawan RB Leipzig pada Sabtu (15/8). Meski demikian, pemain internasional Jerman itu menegaskan bahwa tidak ada risiko kesehatan jangka panjang yang membahayakan.

Lewat unggahan di Instagram, ia menyampaikan: “Hal yang paling utama, kondisi saya baik-baik saja. Saya sangat berterima kasih atas pesan-pesan dan dukungan dari kalian.”

“Saya memahami banyak dari kalian yang merasa khawatir. Saya ingin meredakan kekhawatiran tersebut hari ini dan menjelaskan situasinya: Saya telah didiagnosis mengidap absence seizures berdurasi singkat dan sementara — namun dapat diobati — yang dipicu oleh disfungsi neurologis.”

“Kondisi ini dapat memicu insiden seperti yang terlihat baru-baru ini, seperti pada pertandingan melawan Leipzig atau laga di Heidenheim.”

“Saya tahu kejadian itu mungkin terlihat mengkhawatirkan pada pandangan pertama, tetapi bagi saya, hal tersebut saat ini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Saya mendapatkan perawatan medis yang sangat baik dan tetap sangat optimistis. FC Bayern dan orang-orang terdekat terus berada di sisi saya untuk membantu melewati ini.”

“Penting untuk diketahui, tidak ada risiko kesehatan susulan yang terlibat. Setelah berkonsultasi secara intensif dan berkomunikasi secara rutin dengan para ahli, ini adalah keinginan pribadi saya untuk menghadapi tantangan ini; dengan izin medis dari dokter spesialis saraf, saya ingin terus melakukan apa yang paling membantu pemulihan saya: sekadar menjalani hidup dan mengejar passion saya bermain sepak bola.”

“Saya bertanggung jawab penuh atas keputusan ini. Secara keseluruhan, saya merasa sangat positif dan berada di jalur yang benar.”

“Hal yang paling membantu saya dalam perjalanan ini adalah terus mengejar kemenangan dan gelar juara bersama tim saya, serta dengan dukungan luar biasa dari kalian.”

“Saya berharap ini dapat membantu Anda memahami situasi saya dengan lebih baik. Di saat yang sama, saya memohon pengertiannya terkait keinginan saya untuk menjaga masalah ini tetap pribadi, hanya membagikannya kepada lingkaran terdekat saya, pihak klub, dan para ahli medis.”

Apa Itu Absence Seizures?

Absence seizures (dahulu sering disebut sebagai petit mal) merupakan salah satu jenis kejang yang ditandai dengan penurunan kesadaran secara mendadak dan singkat, biasanya hanya berlangsung sekitar 5 hingga 20 detik.

Berbeda dengan kejang umum (grand mal) yang biasanya melibatkan kejang-kejang hebat seluruh tubuh atau pingsan lama, orang yang mengalami absence seizure umumnya tidak jatuh ke tanah atau menghentak-hentak.***

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

11 + twelve =

Back to top button