BeladiriSports

Sentilan Conor Benn untuk Ryan Garcia yang Absen di Sesi Tatap Muka. Ryan Garcia Pengecut

DIFANEWS.COM – Conor Benn akan menantang Ryan Garcia, sang juara kelas welter WBC pada Sabtu (12/9) malam di Las Vegas. Ini akan menjadi kali pertama dalam kariernya Benn bertarung memperebutkan gelar juara dunia dan ia sangat menikmati statusnya sebagai underdog.

Jelang pertarungan, keduanya, sesuai tradisi, dipertemukan dalam sesi face-off pada Selasa (8/9) di Mandalay Bay Hotel. Namun, Ryan Garcia malah mangkir di salah satu sesi penting ini.

Karuan saja Conor Benn marah. Ia mengecam Ryan Garcia dan melabelinya sebagai seorang ‘pengecut’  setelah petinju asal Amerika Serikat itu tidak menampakkan batang hidungnya.

Benn sendiri sudah hadir didampingi oleh ayahnya, Nigel. Karena ketidakhadiran Garcia, Benn secara bersenda gurau melakukan pose face-off dengan sang ayah.

Ayahnya pun tampak mengejek sang pemegang gelar kelas welter WBC tersebut dengan berseloroh kepada putranya: “Aku bukan Ryan, aku selalu hadir!”

Benn, 29 tahun, berharap bisa menyamai pencapaian sang ayah yang merupakan mantan juara dunia—pemegang gelar kelas menengah WBO pada 1990 dan gelar kelas menengah super WBC pada 1992.

“Hari Sabtu terasa tidak bisa datang cukup cepat,” ujar Benn. “Saya minta maaf atas tindakan Ryan [Garcia] yang bertingkah seperti biasanya dan menjadi pengecut. Kami selalu hadir, kami ada di sini, dan siap untuk face-off.”

“Dia harus segera membereskan urusannya karena pada Sabtu nanti, dia akan mendapatkan kejutan yang sangat, sangat besar.”

Benn menyongsong pertarungan ini berbekal dua kemenangan beruntun. Kemenangan pertamanya diraih pada November 2025, ketika petinju asal Inggris tersebut berhasil membalas dendam kepada Chris Eubank Jr., setelah sebelumnya menelan kekalahan pertama dalam kariernya dari sang rival pada April tahun itu.

Ia kembali naik ring pada April 2026 dan menang angka atas Regis Prograis di Stadion Tottenham Hotspur, memperpanjang rekor pertarungannya menjadi 25-1.

Garcia menjadi lawan yang berada satu level di atas Benn. Petinju AS berusia 28 tahun itu berhasil mengamankan sabuk kelas welter WBC milik nya menyusul kemenangan mutlak yang dominan atas Mario Barrios pada Februari.

Meski demikian, Benn sangat menikmati statusnya sebagai underdog. Setelah perang mulut yang berkepanjangan dengan petinju Amerika tersebut, ia ingin mengakhiri perseteruan verbal mereka untuk selama-lamanya.

“Saya suka menjadi underdog,” kata Benn. “Saya pikir di situlah saya menampilkan performa terbaik saya.”

“Saya rasa setiap pertarungan yang saya jalani telah menuntun saya ke momen ini. Semua tekanan yang saya hadapi sejak awal karier telah mempersiapkan saya untuk malam-malam besar seperti di Stadion Tottenham Hotspur.”

“Itu telah melatih saya menghadapi riuh penonton, drama, dan kekacauan. Jadi saat 12 September tiba, itu bukan hal baru atau sesuatu yang mengejutkan lagi bagi saya.”***

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 × 2 =

Back to top button