AI News

Sedekah Bedusun Pehabung Uleh Kembali Digelar, Franky Nasril: Jangan Sampai Tradisi Ini Hilang

PRABUMULIH, DIFANEWS – Tradisi Sedekah Bedusun kembali digelar masyarakat Kelurahan Prabumulih, Kecamatan Prabumulih Barat, Kota Prabumulih, Minggu (20/9/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan Lembaga Adat Kelurahan Prabumulih tersebut berlangsung di Balai Adat Pehabung Uleh, Jalan Basuki Rahmat RT 01/RW 02. Hadir dalam kegiatan itu Wakil Wali Kota Prabumulih Franky Nasril, S.Kom., M.M., Kapolres Prabumulih AKBP Gunarto, S.I.K., M.H., M.Tr.Mil., serta Sekretaris Daerah Kota Prabumulih H. Elman, S.T., M.M.

Kegiatan turut dihadiri Ketua Lembaga Adat Kelurahan Prabumulih M. Erwadi, S.T., M.M., para tokoh adat, tokoh masyarakat, jajaran Pemerintah Kota Prabumulih, serta masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Franky Nasril menegaskan bahwa Sedekah Bedusun bukan sekadar tradisi makan bersama, melainkan warisan budaya yang sarat dengan nilai kebersamaan dan rasa syukur.

“Sedekah Bedusun ini bukan sekadar tradisi makan bersama. Ini adalah warisan luhur dari nenek moyang kita,” ujar Franky.

Menurutnya, tradisi tersebut menjadi momentum bagi masyarakat untuk mengungkapkan rasa syukur atas berbagai nikmat yang diterima, mulai dari hasil panen, rezeki, kesehatan hingga keamanan dan ketenteraman lingkungan.

Lebih dari itu, Sedekah Bedusun juga menjadi ruang untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga. Kebersamaan yang terbangun di tengah masyarakat dinilai menjadi nilai penting yang perlu terus dipertahankan di tengah perkembangan zaman.

“Di Balai Adat ini, kita duduk sama rendah, berdiri sama tinggi. Tidak ada perbedaan tua muda, kaya miskin. Kita semua adalah keluarga besar Pehabung Uleh,” katanya.

Franky juga mengajak masyarakat menjadikan tradisi tersebut sebagai momentum untuk memanjatkan doa bersama. Ia berharap masyarakat Prabumulih senantiasa diberikan keselamatan, dijauhkan dari berbagai musibah, serta memperoleh hasil tanaman yang subur dan kehidupan yang lebih baik.

Ia juga berharap anak cucu masyarakat dapat tumbuh menjadi generasi yang berhasil tanpa melupakan akar budaya dan adat istiadat daerah.

Karena itu, Franky berpesan agar Sedekah Bedusun tidak hanya menjadi kegiatan seremonial tahunan, tetapi benar-benar diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Maka dari itu, saya titip pesan, jangan sampai tradisi ini hilang. Jaga terus, ajarkan kepada anak-anak kita. Karena kalau bukan kita yang menjaga adat ini, siapa lagi? Di tengah zaman modern ini, adat inilah jati diri kita sebagai wong Prabumulih,” tegasnya.

Sedekah Bedusun pun diharapkan tetap menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Prabumulih, sekaligus menjadi sarana menjaga nilai gotong royong, silaturahmi dan identitas budaya lokal agar tetap hidup di tengah perubahan zaman.

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

nine + eight =

Back to top button