BeladiriSports

Filip Hrgovic Siap Jawab Tantangan Turki Alalshikh, Duel lawan Rico Verhoeven

DIFANEWS.COM – Filip Hrgovic (21-1-0, 16 KO), juara baru kelas berat IBF, menegaskan kesiapannya manggung lagi setelah menghentikan Moses Itauma di ronde 9 dalam duel perebutan gelar lowong, Agustus lalu.

Kemenangan itu membuat peraih perunggu Olimpiade Rio de Janeiro 2016 ini masuk dalam daftar 7 petarung yang aksinya ingin disaksikan Turki Alalshikh, juragan dari Arab Saudi.

Dengan siapa petinju Kroasia itu bakal berdansa di atas ring?

Mungkin saja Frank Sanchez (26-1-0-1, 19 KO), yang gaya bertarungnya pasti disukai Alalshikh. Dan yang terpenting, dia penantang wajib IBF yang sebelumnya bersedia minggir dengan uang kompensasi untuk terwujudnya duel Hargovic vs Itauma.

Sayangnya, Sanchez memang tak membawa hidangan sebagai sabuk gelar. Sebaliknya, ia datang sebagai orang yang haus gelar. Di sisi lain, Hrgovic sangat ingin melakoni duel unifikasi gelar kelas berat.

Jadi, siapa calon lawan yang dibidik? Bukan juara dunia seperti Murat Gassiev (juara WBA), Agit Kabayel (WBC), atau Daniel Dubois (WBO) –meski nama terakhir adalah satu-satunya petinju yang mengalahkan Hrgovic dengan TKO ronde 8.

Nama yang muncul justru Rico Verhoeven, kickboxer legendaris yang baru saja kalah dari Oleksandr Usyk di Mesir. Penampilan Verhoeven saat itu dipuji karena memaksa Usyk bekerja keras padahal dia bukan petinju asli.

Gagasan duel perebutan gelar antara Hrgovic dan Verhoeven diyakini bakal mendongkrak popularitas masa kepemimpinan sang juara bertahan asal Kroasia tersebut.

Persoalannya, akankah Frank Sanchez bersedia mundur sekali lagi? Sanchez sebelumnya mengantongi bayaran besar saat mengizinkan duel Hrgovic vs Itauma terlaksana. Dengan keterlibatan Turki Alalshikh yang didukung kekuatan finansial tanpa batas, tawaran uang pelangkah kali ini diprediksi harus jauh lebih tinggi agar kubu Sanchez bersedia memberi jalan.

“Dia adalah penantang wajib, tetapi jika dia perlu mengambil uang pelangkah lagi dan secara finansial kita mencapai kesepakatan, saya pikir kami terbuka untuk melakukan apa pun. Kita lihat saja nanti, saat ini kami belum tahu pasti. Namun tujuan akhir saya tetaplah melakukan unifikasi gelar,” beber Hrgovic.

Analisis Kualitas dan Skenario Kartu Pertarungan

Meskipun Verhoeven baru mengantongi dua pertarungan profesional di kancah tinju dan keduanya berakhir dengan kekalahan, penampilannya saat menghadapi Usyk menunjukkan ketenangan, penentuan waktu, dan taktik cerdik yang sanggup merepotkan petinju kelas Hall of Fame.

Di atas kertas, Usyk tentu merupakan petinju yang lebih unggul dibandingkan Hrgovic. Namun, Hrgovic sendiri harus melakukan comeback luar biasa sebelum akhirnya menghentikan Itauma di ronde kesembilan saat sang lawan kehabisan stamina. Di sisi lain, Verhoeven terbukti mampu menjaga tempo pertarungan dengan sangat baik saat bersua Usyk.

Mengenai wacana menggelar duel Hrgovic vs Verhoeven sebagai partai pendamping di ajang Anthony Joshua vs Tyson Fury, sang pemegang sabuk IBF menyambut baik gagasan tersebut.

“Saya tidak tahu, mungkin saya akan bertarung di undercard. Ada rumor bahwa Turki menginginkan saya bertarung melawan Rico Verhoeven di kartu pendamping itu. Jika kita bisa mencapai kesepakatan yang bagus, tentu saja saya sangat tertarik,” tandas Hrgovic.

Tampil di panggung megah dengan basis penonton masif tidak hanya akan melambungkan nama sang pemenang, tetapi juga meningkatkan nilai jual dan potensi pendapatan mereka di masa depan.***

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 × 3 =

Back to top button