Kesehatan

Apakah Penyintas Covid-19 Tetap Harus Vaksinasi? Ini Jawabannya

JAKARTA, difanews.com — Penyintas Covid-19 dapat diartikan orang yang pernah terpapar virus corona dan sembuh. Lalu, apakah orang seperti ini tetap perlu divaksin?

Pada dasarnya, vaksinasi Covid-19 dilakukan agar seseorang terhindari dari infeksi Covid-19. Namun, mereka yang pernah positif Covid-19 mungkin bertanya-tanya apakah perlu mendapatkan vaksinasi?

Setelah terinfeksi virus Corona, tubuh akan membangun antibodi untuk melawan virus. Meski demikian, pakar penyakit menular dari Cleveland Clinic, Kristen Englund, mengatakan orang yang pernah terinfeksi Covid-19 tetap membutuhkan vaksinasi.

“Beberapa orang bisa tertular Covid-19 untuk kali kedua,” katanya.

Jika Anda tidak terkena Covid-19 untuk kali kedua, juga penting bagi Anda untuk melakukan vaksinasi demi meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Sejauh ini, para ilmuwan memang belum mengetahui berapa lama antibodi akan membantu tubuh melindungi dari infeksi Covid-19.

“Penelitian terbaru tentang hal ini belum jelas hasilnya. Namun, kami menduga antibodi bisa bertahan selama delapan bulan,” ucap Englund.

Riset yang berusaha mengkaji berapa lama antibodi mampu melindungi tubuh hanya mencakup 200 pasien. Jadi, belum terdapat data pasti. Cara terbaik untuk memastikan Anda terlindungi adalah dengan mendapatkan vaksinasi.

Bagi mereka yang pernah menderita Covid-19 dan mengalami gejala jangka panjang, mendapatkan vaksin tampaknya membantu pemulihan.

“Jika Anda memiliki gejala Covid-19 yang lama pada saat ini, mohon pertimbangkan untuk mendapatkan vaksin,” ucap Englund.

Kapan saatnya vaksinasi setelah terinfeksi Covid-19?

Menurut Englund, dilansir kompas.com, jangka waktu yang direkomendasikan untuk divaksinasi setelah terinfeksi Covid-19 adalah segera setelah Anda keluar dari karantina.

Namun jika Anda menerima antibodi monoklonal, Anda harus menunggu 90 hari setelah pulih dari Covid-19 agar bisa menerima vaksin.

Menurut Food and Drug Administration (FDA), antibodi monoklonal adalah protein yang dibuat di laboratorium yang meniru respons imun tubuh Anda.

Englund mengatakan beberapa orang mungkin tidak perlu dirawat di rumah sakit karena Covid-19. Namun, dokter mungkin akan memberikan sebagai perawatan infus yang mengandung antibodi tersebut untuk membantu melawan virus Corona.

“Jika Anda mendapatkan antibodi monoklonal, itu akan menghalangi Anda mengembangkan respons yang bagus dan kuat terhadap vaksin,” tambah Englund.

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker