Api Berkobar Dini Hari, Gudang Material di Talang Ubi Terbakar Hebat

PALI, DIFANEWS – Kebakaran hebat menghanguskan sebuah bangunan yang dijadikan gudang penyimpanan material bangunan milik Amsar (65), warga kawasan Rejosari, Kelurahan Talang Ubi Utara, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, Senin (10/8/2026) dini hari.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 01.42 WIB. Kobaran api dengan cepat membesar dan menghanguskan bagian dalam bangunan yang digunakan untuk menyimpan berbagai material bangunan. Akibat kejadian itu, Amsar diperkirakan mengalami kerugian materiel mencapai Rp400 juta.
Kapolsek Talang Ubi AKP Ardiansyah, S.H. mengatakan, pihaknya langsung menerjunkan personel ke lokasi setelah menerima laporan adanya kebakaran.
Personel yang dikerahkan terdiri dari piket Pawas, SPK, Reskrim, Intel hingga Bhabinkamtibmas. Mereka melakukan pengecekan, pengamanan tempat kejadian perkara (TKP), pendataan serta membantu proses pemadaman bersama petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan.
“Begitu menerima informasi adanya kebakaran, personel langsung kami arahkan ke lokasi untuk melakukan pengecekan, pengamanan TKP, pendataan dan membantu proses pemadaman bersama petugas Damkar,” ujar Ardiansyah.
Kebakaran pertama kali diketahui setelah Amsar menerima telepon dari Kamer (55) yang mengabarkan bahwa gudang material miliknya terbakar.
Kamer kemudian mendatangi lokasi bersama saksi lainnya, Catrine (40). Setibanya di lokasi, keduanya melihat kobaran api sudah membesar dari bagian dalam bangunan.
Mereka kemudian meminta bantuan petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan untuk mencegah api semakin meluas ke bangunan maupun lingkungan sekitar.
Sebanyak empat unit mobil tangki Damkar dikerahkan ke lokasi. Petugas bersama warga berjibaku memadamkan kobaran api hingga akhirnya berhasil dikendalikan sekitar pukul 04.05 WIB.
Setelah api padam, petugas melanjutkan proses pendinginan guna memastikan tidak ada bara api maupun sumber panas yang berpotensi memicu kebakaran kembali.
Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, polisi menduga kebakaran dipicu korsleting listrik. Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut, sementara kerugian materiel yang dialami pemilik diperkirakan mencapai Rp400 juta.
Polisi masih melakukan pendataan dan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan penyebab kebakaran serta menghitung kerugian secara keseluruhan. (ril)



