Olahraga UmumSports

Coach Jakarta Livin Mandiri Sebut Timnya akan Memainkan Voli Modern, Bagaimana Penampakan Voli Modern Itu?

DIFANEWS.COM – Jakarta Livin’ Mandiri (JLM) punya strategi jitu untuk mengarungi musim Proliga 2026. Alih-alih hanya mengandalkan kekuatan fisik semata, tim asuhan Danai Sriwatcharamethakul ini bakal mengusung gaya voli modern sebagai senjata utamanya.

Dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (5/1), Coach Danai mengungkapkan bahwa dominasi pemain muda di skuadnya justru menjadi keuntungan besar. Baginya, melatih pemain junior untuk memahami konsep voli modern jauh lebih mudah karena mindset dan chemistry mereka masih sangat fleksibel untuk dibentuk.

“Fokus kami ada pada penguatan fisik dan gaya main modern. Dengan pemain-pemain muda ini, lebih mudah menanamkan pola pikir baru. Target kami jelas, kami akan fokus game demi game menuju Final Four dan puncaknya di Grand Final,” ujar pelatih asal Thailand tersebut.

Fisik Terus Digembleng

Senada dengan Danai, asisten pelatih Oktavian mencatat adanya grafik positif dari perkembangan tim dalam 1,5 bulan terakhir. Meski kondisi fisik para pemain belum menyentuh angka 100 persen, ia melihat potensi besar pada perpaduan skill dan teknik mereka.

“Kami optimistis bisa menembus Final Four. Kenapa? Karena kekuatan tim lawan musim ini relatif seimbang, banyak yang juga mengandalkan pemain muda. Kita punya jagoan junior seperti Syelomitha dan Kadek yang bakal dipadukan dengan pengalaman Yolla Yuliana,” jelas Oktavian.

Jurus Komunikasi Sang Kapten

Sebagai pemain paling senior sekaligus kapten tim, Yolla Yuliana sadar betul ada tantangan besar di depan mata: kesenjangan usia. Jarak umur yang cukup jauh antara dirinya dan para pemain junior menuntut Yolla untuk lebih proaktif dalam mencairkan suasana.

“Kuncinya cuma satu: komunikasi. Saya harus pintar-pintar menempatkan diri, belajar gaya bergaul anak-anak muda zaman sekarang supaya chemistry terbangun, baik di dalam maupun di luar lapangan,” kata pevoli berusia 31 tahun itu sambil tersenyum.

Bagi Yolla, kemenangan adalah hasil dari proses panjang. Itulah sebabnya ia tak ingin timnya terbebani target muluk sejak awal.

“Kami ingin fokus ke setiap pertandingan saja, dari laga pertama sampai terakhir,” tambahnya.

Dukungan Penuh Manajemen

Manajer Tim JLM, Wisnu Trihanggodo, memastikan manajemen tidak akan membiarkan tim berjuang sendirian. Segala keperluan teknis dan mental akan didukung penuh agar tim bisa tampil garang di lapangan.

“Ekspektasi kami sederhana tapi mendalam: kami ingin tim tampil dengan semangat juang tinggi dan memberikan kontribusi terbaik di setiap setnya,” pungkas Wisnu.

Voli Modern

Permainan voli modern sendiri bukan lagi sekadar memukul bola melewati net, melainkan telah berevolusi menjadi olahraga yang sangat teknis, cepat, dan berbasis data.

Jika kita melihat tim seperti Jakarta Livin’ by Mandiri (JLM) yang baru saja diluncurkan, mereka menerapkan standar ini untuk bersaing di Proliga 2026.

Apa saja pilar voli modern yang ingin diterapkan JLM?

Yang pertama fast tempo atau kecepatan serangan. Voli modern tidak lagi mengandalkan umpan lambung yang tinggi.

Lalu set-up cepat. Setter (pengatur serangan) memberikan umpan yang sangat rendah dan cepat ke ujung net (posisi 4 atau 2).

Ada juga yang disebut serangan pipa (Pipe Attack), yaitu serangan dari pemain baris belakang yang melompat di tengah lapangan. Ini menjadi senjata utama, bukan lagi sekadar cadangan. Ini dilakukan untuk mengacaukan blok lawan.

Yang kedua kekuatan servis sebagai serangan pertama. Dulu, servis hanya dianggap sebagai cara memulai permainan. Sekarang, servis adalah serangan pertama untuk mematikan lawan.

Di sini juga ada jump serve. Pemain melakukan servis dengan tenaga penuh (bisa mencapai kecepatan di atas 100 km/jam).

Juga ada yang disebut dengan hybrid/float serve. Ini servis yang membuat bola “menari” di udara, sangat sulit diprediksi oleh libero.

Yang ketiga system pertahanan total block. Blok bukan hanya untuk mendapatkan poin langsung, tapi untuk mempersempit sudut serangan lawan.

Di sini ada yang disebut dengan read blocking. Middle blocker (seperti Yolla Yuliana di JLM) tidak melompat sebelum bola diumpan, melainkan membaca arah bola dari tangan setter lawan.

Ada juga sistem transisi. Pemain harus sangat cepat beralih dari posisi bertahan ke posisi menyerang dalam hitungan detik.

Yang keempat penggunaan teknologi dan analisis data, di mana tim voli profesional sekarang menggunakan statistik secara real-time.

Jangan lupa juga soal video challenge. Seperti di Proliga, teknologi ini digunakan untuk memastikan keputusan wasit (bola masuk/keluar atau pelanggaran net) secara akurat.

Lalu ada analisis heatmap. Tim menganalisis kebiasaan memukul pemain lawan menggunakan perangkat lunak (seperti DataVolley) untuk menentukan posisi bertahan terbaik.

Yang kelima spesialisasi posisi yang ketat. Setiap posisi memiliki peran yang sangat spesifik dan menuntut fisik yang luar biasa:

Libero: Spesialis pertahanan yang tidak boleh menyerang namun harus memiliki refleks secepat kilat.

Opposite Hitter: Biasanya pemain dengan pukulan terkuat yang menjadi mesin pencetak poin utama tim (seperti Ceyda Aktas di JLM).

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button