Bisnis

Dari 32% Jadi 0%! Perjanjian ART Indonesia-AS Siap Ledakkan Ekspor Tekstil 10 Kali Lipat

DIFANEWS.COM – Industri tekstil Indonesia baru saja mendapat ‘durian runtuh’ dari Amerika Serikat. Melalui negosiasi alot dalam kesepakatan Agreement on Reciprocal Trade (ART), Indonesia sukses mengamankan tarif impor nol persen untuk produk tekstil dan pakaian jadi di pasar Negeri Paman Sam.

Langkah ini menjadi penyelamat besar bagi sektor padat karya.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa kebijakan ini berdampak langsung pada kesejahteraan 4 juta pekerja tekstil. Jika dikalkulasi dengan anggota keluarga mereka, ada sekitar 20 juta rakyat Indonesia yang akan merasakan manfaat ekonomi dari kesepakatan ini.

Negosiasi Alot: Dari 32% Menuju Nol

Keberhasilan ini tidak didapat dengan mudah. Sejak AS mengumumkan kebijakan tarif resiprokal pada April 2025, Indonesia sempat terancam tarif ekspor tinggi sebesar 32 persen. Namun, lewat diplomasi intensif, Indonesia berhasil menekan angka tersebut ke tarif dasar 19 persen, hingga akhirnya mengunci angka 0-10 persen untuk produk-produk tertentu melalui mekanisme Tariff-Rate Quota (TRQ).

Misi Ekspor US$ 40 Miliar

Airlangga memproyeksikan ekspor tekstil Indonesia akan mengalami ledakan besar. Dengan pasar AS yang luasnya 28 kali lipat pasar domestik, pemerintah menargetkan nilai ekspor melonjak dari US$ 4 miliar menjadi US$ 40 miliar dalam satu dekade ke depan.

“Pembukaan pasar ini sangat krusial. Produk kita sekarang jauh lebih kompetitif dibanding negara pesaing,” ujar Airlangga dalam konferensi pers di Washington DC, Kamis (19/2).

Dengan tarif nol persen ini, produk Made in Indonesia dipastikan bakal membanjiri toko-toko di Amerika, sekaligus memperkuat napas industri tekstil dalam negeri yang sempat terhimpit persaingan global.***

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button