AI News

Dongeng Boneka Ayis Meriahkan Peringatan Maulid Nabi di Sekolah Surabaya

SURABAYA, DIFANEWS — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di sebuah sekolah yang berlokasi di Jalan Kedung Mangu No. 80, Kelurahan Sidotopo Wetan, Kecamatan Kenjeran, Kota Surabaya, berlangsung semarak, Rabu (26/8/2026).

Ratusan siswa memadati aula sekolah untuk mengikuti beragam kegiatan yang dikemas secara edukatif dan kreatif. Mulai dari bazar, aneka perlombaan, hingga penampilan Pendongeng Nasional Kak Harris, seluruh rangkaian acara disambut antusias oleh para peserta.

Kepala sekolah, Mahmudah, bersama keluarga besar sekolah sengaja menjadikan peringatan Maulid Nabi tidak sekadar sebagai kegiatan seremonial keagamaan. Momentum tersebut dikemas sebagai sarana pembelajaran yang memadukan nilai keteladanan Rasulullah Muhammad SAW dengan kreativitas, kebersamaan, dan dunia anak.

Suasana aula semakin hidup ketika Kak Harris, yang memiliki nama lengkap Harris Rizki Akhiruddin, tampil membawakan dongeng di hadapan ratusan siswa. Dalam penampilannya, ia menghadirkan karakter Boneka Ayis yang langsung mencuri perhatian anak-anak.

Gelak tawa dan tepuk tangan terdengar sepanjang pertunjukan. Para siswa tampak larut mengikuti alur cerita yang dibawakan dengan gaya komunikatif dan penuh humor.

Salah seorang siswa, Dani, mengaku sangat senang bisa menyaksikan penampilan Kak Harris.

“Dongengnya menarik dan lucu. Apalagi ada Boneka Ayis yang menggemaskan,” ujar Dani.

Bagi Kak Harris, mendongeng bukan sekadar sarana hiburan. Cerita yang disampaikan kepada anak-anak juga menjadi media komunikasi yang efektif untuk menanamkan nilai-nilai kehidupan dengan bahasa sederhana dan menyenangkan.

Melalui tokoh-tokoh dan alur cerita yang dekat dengan keseharian anak, Kak Harris menyisipkan pesan tentang kejujuran, keberanian, menghormati orang tua dan guru, persahabatan, serta pentingnya berperilaku baik.

Pendekatan tersebut membuat pesan moral lebih mudah diterima siswa tanpa terasa seperti sebuah nasihat yang kaku. Nilai-nilai keteladanan Rasulullah Muhammad SAW pun dapat dipahami melalui cara yang sesuai dengan karakter dan dunia anak-anak.

Kehadiran Kak Harris di sekolah tersebut juga menjadi bagian dari roadshow mendongeng yang dilakukannya ke sejumlah kota besar di Indonesia. Melalui kegiatan itu, ia terus membawa misi menjadikan dongeng sebagai sarana hiburan sekaligus pendidikan karakter bagi generasi muda.

Dengan pengalaman panjang di dunia storytelling anak, Kak Harris dikenal aktif menggunakan dongeng untuk membantu anak berpikir, berkomunikasi, serta memahami berbagai persoalan kehidupan secara sederhana dan positif.

Peringatan Maulid Nabi di sekolah tersebut menjadi contoh bahwa pendidikan karakter tidak selalu harus disampaikan melalui metode formal. Bazar, perlombaan, dan dongeng dapat dipadukan menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus bermakna.

Di tengah tantangan pendidikan anak yang semakin kompleks, kegiatan seperti ini menjadi pengingat bahwa pembentukan karakter dapat dimulai dari hal-hal sederhana, seperti cerita yang baik, teladan yang nyata, serta suasana belajar yang menggembirakan.

Melalui kegiatan tersebut, nilai-nilai keagamaan tidak hanya diperingati secara seremonial, tetapi juga dihidupkan dalam pengalaman yang dekat dengan keseharian anak-anak. (ril)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

five × five =

Back to top button