Finale Stranger Things 5 Tuai Protes, Rating Anjlok, Netflix Error, tapi Pecah Rekor Box Office
DIFANEWS.COM – Perjalanan Stranger Things resmi berakhir setelah sembilan tahun tayang. Episode terakhir atau Volume 3 Season 5 menutup kisah Eleven melawan Vecna lewat episode berdurasi lebih dari dua jam yang dirilis pada malam pergantian tahun. Namun, alih-alih jadi penutup yang sepenuhnya memuaskan, finale ini memicu reaksi keras penonton.
Di berbagai situs ulasan, rating episode pamungkas anjlok drastis. Di IMDb, skor sempat turun ke kisaran 5,4–5,8/10, terendah sepanjang sejarah serial, dipicu gelombang review bombing. Kritik terutama mengarah ke tempo cerita dan payoff emosional yang dinilai tak sebanding dengan penantian panjang.
Netflix Sempat Error
Antusiasme tinggi juga berdampak teknis. Netflix sempat mengalami gangguan saat episode terakhir dirilis, dengan laporan gagal login hingga error pemutaran. Lonjakan trafik disebut sebagai penyebab utama, meski gangguan berlangsung singkat.
Nasib Karakter
Penonton turut mempertanyakan nasib Erica, Murray, dan Mr. Clarke yang tak dijelaskan gamblang. Matt dan Ross Duffer kemudian mengklarifikasi: Erica digambarkan tangguh dan berpotensi mengikuti jejak Dustin sebagai siswa berprestasi; Murray “tetap dengan keanehannya” sementara Mr. Clarke kemungkinan masih mengajar. Aktor Randy Havens pun menyampaikan perpisahan emosional kepada penggemar.
Tetap Cetak Rekor
Menariknya, di tengah kritik dan rating jatuh, finale Stranger Things 5 justru mencetak rekor finansial. Menurut Variety, episode terakhir menghasilkan US$25 juta (sekitar Rp392,5 miliar) di box office domestik.
Lebih dari 1,1 juta tiket terjual di Amerika Serikat dan Kanada, menandai rekor baru untuk Netflix menegaskan daya tarik besar serial ini meski respons penonton terbelah.



