AI News

FKP Dorong Puskesmas Cambai Pertahankan Layanan Prima, Target Kepuasan 90 Persen di 2026

PRABUMULIH, DIFANEWS – UPTD Puskesmas Cambai kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu layanan dengan menggelar Forum Konsultasi Publik (FKP), Senin, (23/2/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara penyelenggara layanan dan masyarakat.

Forum tersebut menghadirkan lima unsur utama, yakni penyelenggara layanan, pengguna layanan, ahli/akademisi/praktisi, organisasi masyarakat/LSM, serta media massa.

Perwakilan Dinas Kesehatan Kota Prabumulih, Katim Mutu dan Akreditasi, Iin Novitasiyah, SKM, menegaskan FKP bukan sekadar formalitas tahunan.

“Forum Konsultasi Publik ini bukan hanya kewajiban administratif, tetapi wadah strategis untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan secara nyata,” ujarnya.

“Kami ingin memastikan bahwa pelayanan yang diberikan benar-benar sesuai kebutuhan dan harapan masyarakat. Masukan sekecil apa pun sangat berarti bagi perbaikan layanan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala UPTD Puskesmas Cambai, Desi Apriani, SKM, MSi, mengatakan FKP kali ini menjadi langkah awal dalam menyongsong program peningkatan layanan tahun 2026.

Menurutnya, keterlibatan lima unsur dalam FKP menunjukkan komitmen bersama membangun layanan kesehatan yang lebih baik.

“Kami ingin pelayanan di Puskesmas Cambai terus berkembang, adaptif terhadap kebutuhan masyarakat, dan tetap mengedepankan prinsip transparansi serta profesionalisme,” ujarnya.

Desi menyebut capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh jajaran puskesmas.

“Alhamdulillah, nilai 88,32 persen ini menjadi bukti bahwa masyarakat merasakan manfaat pelayanan kami. Namun kami tidak ingin berpuas diri,” katanya.

Ia menargetkan pada 2026 angka kepuasan masyarakat dapat menembus di atas 90 persen.

“Target kami tahun ini minimal di atas 90 persen. Untuk itu, kami akan memperkuat evaluasi internal, peningkatan kompetensi SDM, dan inovasi pelayanan,” tegasnya.

Desi memastikan seluruh keluhan ditangani secara profesional.

“Setiap pengaduan kami tindak lanjuti. Bahkan dalam beberapa kasus, petugas kami melakukan kunjungan langsung ke rumah pasien sebagai bentuk tanggung jawab dan pelayanan aktif,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa kritik dan keluhan bukan dianggap sebagai hambatan, melainkan bahan evaluasi.

“Bagi kami, keluhan adalah masukan berharga untuk perbaikan. Kami ingin masyarakat merasa didengar dan dilayani dengan baik,” tambahnya.

Perkuat Standar Pelayanan
Dalam forum tersebut juga dibahas peninjauan ulang standar pelayanan yang dilakukan minimal satu kali dalam setahun.
“Standar pelayanan harus terus diperbarui agar relevan dengan perkembangan kebutuhan masyarakat,” kata Iin Novitasiyah.

Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara proses penyampaian layanan dan pengelolaan internal.

“Mulai dari persyaratan, sistem, jangka waktu pelayanan, hingga jaminan keselamatan pasien harus benar-benar dipastikan berjalan sesuai standar,” ujarnya.
Inovasi Duta Remaja dari SMA Negeri 6 Prabumulih

Salah satu inovasi yang disorot dalam FKP adalah program Duta Remaja Puskesmas yang melibatkan pelajar dari SMA Negeri 6 Prabumulih, yaitu; Darmayanti dan Anisa Fakhira.

Desi menjelaskan program tersebut telah melalui tahapan seleksi dan penilaian ketat.
“Prosesnya tidak hanya tes tertulis, tetapi juga praktik, debat, hingga wawancara. Kami ingin duta remaja ini benar-benar memahami isu kesehatan dan mampu menjadi agen edukasi di sekolah maupun lingkungan,” paparnya.

Menurutnya, keberadaan Duta Remaja menjadi langkah strategis dalam memperluas edukasi kesehatan di kalangan generasi muda.

“Kami berharap mereka menjadi perpanjangan tangan puskesmas dalam menyuarakan pola hidup sehat, pencegahan stunting, serta kesehatan reproduksi remaja,” katanya.

Ia menambahkan, inovasi tersebut akan terus dipantau dan dievaluasi.
“Program ini sudah dilakukan pemantauan dan hasilnya sangat baik. Ke depan akan terus kami kembangkan agar dampaknya semakin luas,” pungkasnya.

Dengan dukungan seluruh stakeholder dan penguatan inovasi, Puskesmas Cambai optimistis mampu meningkatkan kualitas pelayanan serta menembus angka kepuasan masyarakat di atas 90 persen pada 2026.

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button