Bisnis

Gegara Gigitan Kuping, Mike Tyson dan Evander Holyfield pun Kini Ikut Kongsi Bisnis Ganja

JAKARTA, difanews.com — Dunia tinju dihebohkan oleh peristiwa gigitan yang dilakukan Mike Tyson atas kuping Evander Holyfield dalam rematch 28 Juni 1997 di Las Vegas.

Evander Holyfield mengamuk ketika Tyson menggeragot telinganya dan Mike Tyson dinyatakan kalah diskualifikasi.

Tapi, peristiwa berdarah 25 tahun lalu itu kini mulai membuahkan hasil manis di antara kedua petinju kelas berat AS itu. Keduanya sepakat berbisnis dengan produk berbentuk KUPING.

Upaya mempertemukan Mike Tyson dan Evander Holyfield itu dilakukan Chad Bronstein. Kongsi yang awalnya dianggap mustahil itu karena berbagai alasan, akhirnya mendapatkan sumbu yang pas.

“Kami menghubungi Holyfield setahun lalu, dan tidak berhasil. Namun beberapa pekan lalu, manajer Holyfield menghubungi Ric Flair (mitra Tyson 2.0. lainnya), ingin menjadi bagian dari kami, jadi Mike (Tyson) dan saya mewujudkannya,” kata Bronstein.

Tyson dan Bronstein membentuk Tyson 2.0, perusahaan ganja terbaik dunia pada 2021 dengan Bronstein ikut mendanai 16 juta dolar AS untuk meningkatkan nama perusahaan dan pengoperasiannya. Kini, setelah setahun berjalan, Tyson 2.0 ternyata memberi keuntungan jutaan dolar per bulan seperti dikatakan Bronstein.

Produk-produk Tyson 2.0 ada di Kanada dan Amerika Serikat dengan ganja jenis THC delta-9-tetrahydrocannabinol, Delta-8, dan Delta-9 di 38 Negara Bagian AS.

Pada Maret 2022, Tyson dan Bronstein mengumumkan penjualan ‘Mike Bites’, olahan ganja berbentuk telinga, mengingatkan orang pada peristiwa gigitan Tyson di kuping Evander Holyfield.

Nah, kini, Holyfield pun mau bergabung dengan Tyson 2.0 untuk ikut mengais keuntungan dari peristiwa yang sempat menggegerkan dunia pertinjuan itu.

Verano akan mendistribusikan produk-produk THC ‘Holy Ears, Legends mendistribusikan  Delta-8 dan Delta-9 dan variasi hasis lainnya.

Dalam bisnis, permusuhan pun bisa tak jadi abadi.***

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button