Gerakan Hijau Dimulai, Kemenag Pematangsiantar Tanam 500 Bibit Pohon Bersama Masyarakat

PEMATANGSIANTAR, DIFANEWS – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pematangsiantar menggelar aksi gotong royong dan penanaman 500 bibit pohon sebagai bentuk komitmen menjaga kelestarian lingkungan, Jumat (31/7/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi Program Ecotheology Kementerian Agama yang mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dengan kepedulian terhadap pelestarian alam.
Kegiatan yang dipusatkan di lingkungan Kantor Kemenag Kota Pematangsiantar tersebut dipimpin langsung oleh Plt Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pematangsiantar, H. Tarmuji, S.E., M.A.P. Turut hadir Kasubbag Tata Usaha H. Amrial Saragih, S.Ag., Kasi Bimbingan Masyarakat Muhammad Rusli, M.Pd., para kepala seksi dan penyelenggara, penghulu, penyuluh agama, ASN Kemenag, serta sejumlah elemen masyarakat.
Aksi penghijauan diawali dengan gotong royong membersihkan lingkungan kantor, kemudian dilanjutkan dengan penanaman bibit pohon secara simbolis oleh pimpinan dan seluruh peserta. Semangat kebersamaan dan kolaborasi terlihat mewarnai kegiatan yang bertujuan menciptakan lingkungan hijau, bersih, dan asri.
Sebanyak 500 bibit pohon ditanam sebagai upaya memperluas ruang terbuka hijau, meningkatkan kualitas udara, sekaligus membangun kesadaran bahwa menjaga kelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.
Plt Kepala Kantor Kemenag Kota Pematangsiantar, H. Tarmuji, menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar seremonial, melainkan wujud nyata kepedulian terhadap lingkungan yang sejalan dengan ajaran agama.
“Menjaga lingkungan adalah bagian dari tanggung jawab kita sebagai umat beragama. Melalui gerakan penanaman 500 bibit pohon ini, kami ingin mengajak seluruh jajaran Kementerian Agama dan masyarakat untuk bersama-sama merawat bumi agar tetap hijau, bersih, dan memberikan manfaat bagi generasi yang akan datang,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Program Ecotheology tidak hanya berfokus pada penanaman pohon, tetapi juga mendorong perubahan perilaku melalui berbagai aksi nyata, seperti menjaga kebersihan lingkungan, mengurangi penggunaan sampah plastik, menghemat energi dan air, serta menjadikan rumah ibadah dan lembaga pendidikan keagamaan sebagai pelopor gerakan ramah lingkungan.
Menurutnya, gerakan penghijauan harus menjadi budaya yang terus diterapkan oleh seluruh ASN Kementerian Agama, peserta didik di madrasah, pengurus rumah ibadah, hingga masyarakat luas.
Melalui semangat Gotong Royong Hijau dan implementasi Program Ecotheology, Kemenag Kota Pematangsiantar berharap aksi ini mampu menginspirasi masyarakat untuk semakin peduli terhadap lingkungan. Dengan kepedulian bersama, kelestarian alam diharapkan tetap terjaga sebagai amanah yang harus diwariskan kepada generasi mendatang. (ril)



