Kesehatan

Indonesia Sudah Terima 73,9 Juta Dosis Vaksin Covid-19, Ini Rinciannya

JAKARTA, difanews.com — Saat ini, Indonesia telah menerima total 73,9 juta dosis vaksin Covid-19 dari berbagai produsen seperti Sinovac, Sinopharm, dan AstraZeneca.

Hal itu dibenarkan Juru Bicara Kementerian Kesehatan untuk Vaksinasi Covid-19, Siti Nadia Tirmizi.

“Itu total ya,” kata Nadia saat dihubungi Kompas.com, Minggu (2/5/2021).

Puluhan juta dosis vaksin itu datang secara bertahap dan dalam berbagai bentuk. Ada yang sudah dalam bentuk vaksin jadi atau siap pakai, ada juga yang masih merupakan bahan baku (bulk) vaksin setengah jadi.

Berikut rincian vaksin Covid-19 yang telah tiba di Indonesia melalui 10 tahap pengiriman:

Tahap 1 6/12/2020
– 1,2 juta dosis vaksin jadi Sinovac

Tahap 2 31/12/2020
– 1,8 juta dosis vaksin jadi Sinovac

Tahap 3 12/1/2021
– 15 juta dosis bahan baku atau bulk vaksin Sinovac dan, 1,5 juta dosis vaksin setengan jadi dari Sinovac

Tahap 4 2/2/2021
– 10 juta dosis bahan baku atau bulk vaksin Sinovac dan, 1 juta dosis vaksin setengan jadi dari Sinovac

Tahap 5 2/3/2021
– 10 juta dosis bahan baku atau bulk vaksin Sinovac

Tahap 6 8/3/2021
– 1.113.600 dosis vaksin jadi AstraZeneca

Tahap 7 25/3/2021
– 16 juta dosis bahan baku atau bulk vaksin Sinovac

Tahap 8 18/4/2021
– 6 juta dosis bahan baku atau bulk vaksin Sinovac

Tahap 9 26/4/2021
– 3.852.000 dosis vaksin jadi AstraZeneca

Tahap 10 30/4/2021
– 6 juta dosis bahan baku atau bulk vaksin Sinovac dan 482.400 dosis vaksin jadi Sinopharm

Indonesia juga telah menerima 500.000 dosis vaksin Sinopharm hasil pemberian dari Pemerintah Uni Emirat Arab yang tiba di Tanah Air, Sabtu (1/5/2021).

“Totalnya 74.465.600 (dosis) baik yang bulk maupun jadi. Ini 1 jutanya termasuk Sinopharm yang rencananya untuk Vaksin Gotong Royong,” sebut Nadia.

Vaksin Gotong Royong atau program vaksinasi mandiri berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 10 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Covid-19 akan menggunakan jenis vaksin yang berbeda dari jenis yang digunakan dalam program Pemerintah.

Untuk vaksinasi program pemerintah, masyarakat mendapatkan vaksin Covid-19 dari jenis Sinovac, AstraZeneca, Novavax, dan Pfizer. Sementara, untuk Vaksinasi Gotong Royong akan menggunakan produk vaksin dari Sinopharm China dan Moderna Amerika Serikat.

Melihat jumlah dosis yang telah tiba di Indonesia saat ini, jika dihitung berdasarkan kebutuhan vaksin Indonesia, maka baru mendapatkan sekitar 17 persen dosis vaksin dari total yang dibutuhkan.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan Indonesia membutuhkan 426 juta dosis vaksin Covid-19 untuk memvaksinasi 181 juta penduduknya.

Dengan asumsi, setiap jiwa menerima 2 dosis vaksin dan berdasarkan panduan Badan Kesehatan Dunia (WHO) diperlukan 15 persen vaksin tambahan sebagai cadangan.

Sementara itu, diberitakan Kompas.id, Sabtu (1/5/2021), ke depannya Indonesia masih akan menerima sejumlah dosis vaksin dari berbagai produsen.

Misalnya, Sinopharm yang telah berkomitmen menyediakan 15 juta dosis vaksin bagi Indonesia dan akan dikirimkan secara bertahap hingga kuartal kedua tahun 2021.

Selanjutnya, Moderna juga akan menyediakan 5,2 juta dosis vaksin dan akan mulai dikirimkan awal kuartal ketiga 2021. “Iya, saat ini yang menjadi PR (adalah) terus mengawal jadwal kedatangan (vaksin agar) tidak terjadi penundaan kembali,” kata Nadia.

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker