Bisnis

Karena Tekanan Pelemahan Data Ekonomi & Laba Perusahaan, Bursa Wall Street Turun

Terjadi penurunan saham di banyak perusahaan jasa perumahan, namun indeks kepercayaan konsumen naik sekitar 10 persen.

JAKARTA, DIFANEWS.com — Saham-saham di Wall Street lebih rendah pada akhir perdagangan Selasa atau Rabu (27/2) pagi waktu Indonesia. Hal itu dipicu oleh sentiment pasar yang dipengaruhi pelemahan data ekonomi dan laba perusahaan serta investor mencerna kometar terbaru Jerome Powell, Ketua Federal Reserve AS.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 33,97 poin atau 0,13 persen, ditutup di 26.057,98 poin.

Indeks S&P 500 turun 2,21 poin atau 0,08 persen, menjadi berakhir di 2.793,90 poin. Indeks Komposit Nasdaq berkurang 5,16 poin atau 0,07 persen, ditutup di 7.549,30 poin.

Saham Home Depot turun hampir 0,9 persen di sekitar penutupan pasar, setelah pengecer pasokan perbaikan rumah AS itu melaporkan laba yang lebih rendah dari perkiraan untuk kuartal keempat 2018.

Saham Caterpillar juga turun lebih dari 2,4 persen, setelah bank investasi terkemuka Swiss, UBS, menurunkan peringkat dua kali lipat saham raksasa manufaktur peralatan konstruksi AS itu karena melemahnya permintaan konstruksi global.

UBS menurunkan tajam peringkat saham Caterpillar dari beli menjadi jual. Bank juga memangkas target harga 12 bulan menjadi 125 dolar AS dari 154 dolar AS per saham.

Tujuh dari 11 sektor utama S&P 500 diperdagangkan lebih rendah di sekitar penutupan pasar, dengan sektor material turun hampir 0,6 persen, memimpin kemerosotan.

Investor juga mencerna kesaksikan Powell kepada Komite Perbankan Senat dan pernyataan lainnya pada Selasa (26/2) seperti dikutip Antara dari Xinhua.

Powell menegaskan kembali sikap bersabar The Fed tentang kenaikan suku bunga lebih lanjut, mengatakan saat ini merupakan saat yang tepat untuk bersabar dan memantau serta menunggu dan melihat bagaimana situasi ekonomi berkembang.

Namun, ia mencatat bahwa ada beberapa ‘arus lintas dan sinyal-sinyal yang saling bertentangan’ meskipun bank sentral memandang ‘kondisi ekonomi saat ini sebagai sehat dan prospek ekonomi menguntungkan’.

Di sisi ekonomi, housing starts (indikator ekonomi yang menghitung jumlah rumah baru yang dibangun dalam per bulannya) di AS merosot 11,2 persen pada Desember 2018 ke tingkat tahunan yang disesuaikan secara musiman 1.078.000 unit seperti laporan Departemen Perdagangan, Selasa kemarin.

Angka itu adalah level terendah sejak September 2016, gagal memenuhi konsensus pasar.

Namun, indeks kepercayaan konsumen Conference Board naik menjadi 131,4 pada Februari, yang hampir 10 poin di atas tingkat revisi Januari di 121,7 mengakhiri penurunan tiga bulan berturut-turut, mengalahkan ekspektasi pasar.

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker