
DIFANEWS.COM – Seorang petinju berbakat ditemukan dalam kondisi tubuh termutilasi di sebuah sungai, hanya satu hari setelah ia kalah dalam pertandingan profesional pertamanya.
Jasad korban ditemukan mengapung di sungai oleh para nelayan dan kemudian diidentifikasi sebagai petinju bernama Yeiner Andres Gomez Sandoval.
Sisa-sisa jasad pria berusia 28 tahun tersebut dievakuasi dari Sungai Magdalena, tepat di luar kota Barranquilla, Kolombia, pada Senin sore (11 Mei). Pada Selasa, ibu Yeiner mengidentifikasi putranya melalui tato khas yang dimilikinya, termasuk tato ular di batang tubuh, kepala naga di bahu, nama saudara laki-lakinya “Cristian” di leher, serta gambar hati di dada.
Beberapa bagian tubuh, termasuk anggota gerak dan kepala, dilaporkan hilang, sehingga pencarian di area tersebut terus dilanjutkan.
Yeiner baru saja menelan kekalahan dalam laga tinju profesional pertamanya sehari sebelum dugaan pembunuhan itu terjadi. Pertarungan kelas super bantam melawan Leider Galvis tersebut merupakan acara utama dalam ajang WBA Future Champions Colombia yang digelar di sasana Cuadrilatero, Barranquilla.
Yeiner memasuki laga tersebut dengan rekor amatir enam kemenangan (lima di antaranya KO), namun ia kalah dalam pertandingan itu lewat keputusan poin mutlak (unanimous decision), sebagaimana dilaporkan oleh NeedToKnow.
Setelah pertandingan berakhir, korban sempat menghabiskan waktu bersama ibu dan putrinya. Ia terakhir kali terlihat meninggalkan rumahnya di lingkungan Carrizal, Barranquilla, pada Minggu sore.
Ponselnya dalam keadaan mati pada malam itu, memicu kekhawatiran dari kerabat yang kemudian melaporkannya hilang. Pelatih Miguel Angel Guzman mengatakan kepada media lokal bahwa ia tidak mengetahui adanya ancaman atau masalah pribadi yang dapat menjelaskan motif pembunuhan tersebut.
Yeiner dipandang sebagai prospek yang sedang naik daun di kancah tinju Kolombia setelah beralih ke profesional menyusul karier amatir yang sukses. Saat ini, tim penyelidik sedang merekonstruksi pergerakan terakhir korban dan memeriksa apakah pembunuhan ini terkait dengan konflik pribadi atau profesional.***



