News

Sopir MBG Terungkap: Adi Irawan Akui Mobil “Ngegas Sendiri” Polisi Dalami Penyebab

DIFANEWS.COM —Jakarta, Sosok sopir yang mengemudikan mobil program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan menabrak puluhan siswa serta satu guru di SDN 01 Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara akhirnya didalami lebih jauh oleh aparat kepolisian. Sopir bernama Adi Irawan (34) kini tengah menjalani pemeriksaan setelah insiden yang terjadi pada Kamis pagi (11/12) sekira pukul 06.40 WIB tersebut.

Insiden itu menyebabkan 20 orang mengalami luka-luka, terdiri dari 19 siswa dan 1 guru, yang kemudian dilarikan ke beberapa rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

Pengakuan Sopir: Mobil Tiba-Tiba Ngegas Sendiri

Dalam pemeriksaan awal, Adi mengaku bahwa kecelakaan tersebut bukan karena ia panik atau salah injak pedal karena terburu-buru. Ia mengklaim bahwa mobil tiba-tiba “ngegas sendiri” saat hendak diparkir di depan sekolah, sehingga membuatnya kehilangan kendali dan menabrak kerumunan siswa.

“Nah, waktu itu gak tahu kenapa ngegas sendiri gitu. Makanya saya injek rem gak dapat, di situ baru dapat remnya” ujar Adi saat dimintai keterangan oleh petugas.

Adi juga menegaskan bahwa ia tidak panik dan tidak kepikiran untuk menarik rem tangan, serta memastikan bahwa pedal gas tidak tersangkut pada karpet mobil saat kejadian berlangsung.

Meski demikian, keterangan tersebut masih terus didalami oleh penyidik untuk memastikan apa faktor sebenarnya yang menyebabkan mobil hilang kendali apakah karena kelalaian, faktor teknis, atau kombinasi dari keduanya.

Status Sopir & Proses Pemeriksaan

Polisi telah mengamankan Adi Irawan ke Polres Metro Jakarta Utara untuk diperiksa lebih lanjut bersama dengan kernet kendaraan itu. Pengamanan dilakukan untuk menggali informasi terkait kronologi lengkap kejadian, termasuk apakah ada unsur pidana atau kesalahan prosedur pengemudian.

Dalam beberapa laporan, disebut pula bahwa Adi adalah sopir pengganti, bukan sopir tetap program MBG, karena pengemudi utama sedang berhalangan hadir pada hari kejadian.

Penyelidikan Masih Berlanjut

Pihak kepolisian dan Badan Gizi Nasional (BGN) terus menyelidiki segala aspek insiden ini, termasuk kondisi kendaraan, prosedur operasional, serta pelatihan sopir. Sampai saat ini, belum ada keputusan final mengenai penyebab pasti mobil tersebut menabrak siswa dan guru.

Kasus ini menjadi sorotan publik karena melibatkan program pemerintah yang seharusnya mendukung kesehatan anak, namun berujung pada tragedi di lingkungan sekolah.

Show More

Muhammad Fanber

Penulis Difanews.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button