Kesehatan

Soal Perbedaan Harga Tes PCR Indonesia & India, Ini Kata dr Siti Nadia

Siti Nadia menyebut pihaknya terbuka untuk menerima kritik dan saran. Ia juga membuka kemungkinan evaluasi harga PCR jika diperlukan.

JAKARTA, DIFANEWS.COM — Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menanggapi perbedaan harga tes PCR India dan Indonesia yang terpaut cukup jauh. Kemenkes menegaskan penetapan harga tertinggi PCR di RI telah dikonsultasikan dengan berbagai pihak.

“Pada waktu penetapan SE PCR tentunya sudah dilakukan konsultasi dengan berbagai pihak terkait termasuk auditor, jadi Kemkes tidak melakukan penetapan sendiri sama seperti penetapan HET (harga eceran tertinggi) obat,” kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes Siti Nadia Tarmizi kepada wartawan, Kamis (12/8).

Siti Nadia menyebut pihaknya terbuka untuk menerima kritik dan saran. Ia juga membuka kemungkinan evaluasi harga PCR jika diperlukan.

“Prinsipnya kami terbuka untuk berbagai masukan, juga bila perlu dilakukan evaluasi tentang harga PCR ini,” kata Siti Nadia.

Dilansir dari India Today, Kamis (12/8), harga tes PCR di India makin lebih murah setelah pemerintah menurunkan harga tes untuk mendeteksi virus Corona itu. Harga tes PCR di India turun dari 800 rupee atau sekitar Rp 150 ribu menjadi 500 rupee atau Rp 96 ribu berdasarkan kurs hari ini.

“Pemerintah New Delhi menurunkan harga secara tes corona secara drastis, ini untuk menolong rakyat biasa,” kata Menteri Kepala New Delhi Arvind Kejriwal dalam twitternya, seperti dikutip kumparan.com dari India Today.

Pemerintah Indonesia sendiri melalui Kemenkes telah menetapkan tarif batas tertinggi untuk swab PCR mandiri sebesar Rp 900 ribu. Keputusan itu diambil setelah banyak pihak mengusulkan pemerintah menetapkan standar tarif karena harga selama ini terlalu mahal.

Penelusuran harga yang dilakukan kumparan lewat daring, di beberapa klinik, rumah sakit, dan lab di Jakarta, harga tes pcr sekitar Rp 650 ribu sampai Rp 700 ribu lebih. Artinya, tetap masih jauh lebih murah di India.

Terpaut jauhnya harga tes PCR di India dengan Indonesia ini pun disorot banyak pihak. Beberapa yang menyorot seperti pengacara kondang Hotman Paris hingga dr Tompi.

“Harga PCR atau swab harus semurah-murahnya!!! Negara harus hadir memastikan ini. Kenapa negara lain bisa lebih murah dari kita saat ini? Bukankah beli bayam 100 selalu lebih murah dari beli bayam 10. Ayolah Bisa! Mohon kendalinya Pak @Jokowi,” tulis Tompi di akun Twitternya.

Mahalnya harga tes pcr dan antigen di Jakarta juga menjadi perhatian pengacara kondang Hotman Paris Hutapea. Dia menyampaikan hal tersebut dalam instagram pribadinya.

“Mari berdoa: Oh Tuhan kapan harga PCR di buat murah ! Oh Tuhan: Rumah Sakit & Klinik makin kaya dari test Pcr! Setiap travel harus Pcr! Betapa kayanya Rumah sakit dan klinik! Amin,” tulis Hotman, dilansir kumparan.

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button