DIFANEWS.COM – Oleksandr Usyk kini berpeluang mempertahankan gelarnya melawan rival kelas berat papan atas lainnya setelah muncul keraguan atas potensi pertarungan melawan Deontay Wilder.
Ancaman batalnya keinginan Oleksandr Usyk melawan Deontay Wilder muncul setelah petinju asal Alabama itu hampi pasti akan menjadi partner dansa Derek Chisora, petinju asal Inggris.
Oleksandr Usyk, megabintang asal Ukraina, terakhir kali beraksi pada Juli lalu ketika ia menghentikan Daniel Dubois di ronde 5 dalam laga ulang mereka di Stadion Wembley, sekaligus mengukuhkan dirinya sebagai juara kelas berat tak terbantahkan (undisputed) untuk kali kedua.
Dalam beberapa pekan terakhir, tersiar rumor bahwa lawan Usyk berikutnya adalah mantan juara kelas berat WBC, Deontay Wilder, yang telah bersumpah untuk kembali menjadi juara dunia.
Namun, rencana itu kini terancam batal setelah Wilder dikabarkan tengah merampungkan kesepakatan dengan Derek Chisora. Karena itu, Usyk nampaknya harus berhadapan dengan juara dunia kelas berat interim WBC saat ini, Agit Kabayel, yang telah membuktikan dirinya sebagai salah satu penantang kelas berat terbaik di planet ini dalam dua tahun terakhir.
Agit Kabayel sendiri selama ini coba terus mengejar duel wajib melawan Usyk namun tak kunjung mendapat tanggapan serius dari kubu Usyk.
Dalam sebuah wawancara dengan talkSPORT Bet, direktur tim Usyk, Sergey Lapin, mengungkapkan adanya kemungkinan bahwa Usyk akan menghadapi Kabayel alih-alih ‘The Bronze Bomber’ (Wilder) dalam laga berikutnya.
“Di divisi teratas kelas berat saat ini, tidak ada lawan yang ‘aman’, setiap petarung level atas adalah ancaman. Kabayel jelas merupakan opsi yang memungkinkan. Kami melihat bagaimana Jerman bereaksi terhadap pertarungan seperti ini, stadion yang bisa mereka penuhi, dan betapa kuatnya pasar di sana,” ujar Lapin.
“Secara gaya bertarung, dia juga bisa menyulitkan. Tekanan, kecepatan, dan fisik. Ini akan menjadi pertarungan besar di Eropa dengan potensi bisnis yang kuat,” ujar Lapin.
Kabayel sendiri baru saja kembali beraksi awal bulan ini, menghentikan petinju Polandia, Damian Knyba, di ronde ketiga dalam bentrokan mereka di Rudolf Weber-Arena, Jerman, untuk mempertahankan gelar interim WBC miliknya untuk pertama kalinya.



