Blusukan ke Kota Tua, Juan Pablo Sorin Terpukau Kerajinan Lokal dan Toleransi di Jantung Jakarta
DIFANEWS.COM – Gairah Stadion Utama Gelora Bung Karno mungkin masih membekas di ingatan Juan Pablo Sorin. Namun, sehari setelah berlaga dalam ajang Clash of Legends Jakarta 2026, legenda River Plate berusia 49 tahun ini memilih melepaskan seragam timnya dan “melebur” dengan nadi Kota Jakarta pada Selasa (21/4).
Kagumi Simbol Toleransi Indonesia
Petualangan Sorin dimulai dengan menyusuri jantung ibu kota.
Dari Monas, langkahnya terhenti di Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta. Berdiri di antara dua ikon religi yang letaknya berdampingan tersebut, Sorin tampak terenyuh.
Baginya, pemandangan itu bukan sekadar soal kemegahan bangunan, melainkan simbol kuat tentang bagaimana keberagaman bisa hidup berdampingan dalam harmoni yang damai.
Menelusuri Jejak Sejarah di Kota Tua
Sesuai permintaannya, perjalanan berlanjut ke kawasan Kota Tua. Di sini, sang legenda asal Argentina itu benar-benar menunjukkan rasa ingin tahunya yang besar.
Sorin menghabiskan waktu cukup lama berbincang dengan perajin topeng kayu lokal, menyentuh setiap detail ukiran, dan mendalami filosofi di balik wayang tradisional yang ia temui di galeri-galeri tua.
Aksi Rendah Hati Sang Legenda
Momen paling menarik justru terjadi saat Sorin berada di ruang terbuka. Tanpa rasa canggung, mantan kapten timnas Argentina ini terlihat berjongkok di depan sebuah lapak sederhana penjual gelang handmade.
Sambil mendengarkan cerita sang penjual, Sorin berinteraksi hangat dengan anak-anak dan warga sekitar yang mulai mengerumuninya. Percakapan ringan dan tawa spontan pun tercipta tanpa ada jarak antara sang bintang dunia dan masyarakat lokal.
Bagi Sorin, kunjungan pertamanya ke Jakarta ini telah berubah dari sekadar agenda profesional menjadi pengalaman personal yang emosional.
Ia tidak hanya melihat Jakarta melalui wajah modernitasnya, tetapi juga merasakan jiwa kota ini melalui sejarah dan kehangatan penduduknya.
“Saya sangat menikmati setiap momen di sini. Bukan hanya tempatnya yang indah, tapi juga orang-orangnya yang sangat hangat,” pungkas Sorin menutup perjalanan emosionalnya di Jakarta.



