Larry Page & Sergey Brin Geser Dunia: Melonjak ke Peringkat 2 & 3 Orang Terkaya Global Berkat Gemini 3
DIFANEWS.COM – Dua pendiri Google, Larry Page dan Sergey Brin, resmi menempati peringkat kedua dan ketiga orang terkaya dunia. Keduanya kini berada tepat di belakang Elon Musk dalam Forbes Real-Time Billionaires List, per Rabu, 26 November 2025.
Lonjakan ini terjadi hanya beberapa hari setelah Google merilis Gemini 3 model AI terbaru yang langsung memicu reaksi positif dari pasar global. Saham Alphabet terbang, kekayaan para pendirinya ikut melejit.
- Larry Page mencatat kekayaan USD 265,6 miliar, atau sekitar Rp 4.249,6 triliun (kurs Rp 16.000 per USD).
- Sergey Brin berada di angka USD 248,4 miliar, setara Rp 3.974 triliun.
Posisi ini membuat Brin menyalip Larry Ellison (Oracle) dan mengamankan tempat sebagai orang terkaya ke-3 di dunia.
Gemini 3 Jadi Faktor Penentu
Masuknya Page dan Brin ke jajaran tiga besar bukan sebuah kebetulan. Gemini 3, model AI terbaru Google, disebut sebagai “upgrade signifikan” dibanding generasi sebelumnya.
Yang menarik, respons positif bukan hanya datang dari internal Alphabet bahkan para pesaingnya, termasuk Sam Altman (OpenAI) dan Elon Musk (xAI), memberikan ucapan selamat lewat platform masing-masing. Fenomena ini makin memperkuat citra Gemini 3 sebagai inovasi yang mengubah peta persaingan AI.
Top 10 Orang Terkaya Dunia Menurut Forbes pada Rabu, (26/11).
Berikut daftar lengkap 10 orang terkaya dunia versi Forbes Real-Time:
Peringkat Nama Kekayaan (USD)
- Elon Musk USD 476,4 miliar
- Larry Page USD 265,6 miliar
- Sergey Brin USD 248,4 miliar
- Larry Ellison USD 247,4 miliar
- Jeff Bezos USD 241,5 miliar
- Mark Zuckerberg USD 218,2 miliar
- Bernard Arnault & Family USD 184,1 miliar
- Jensen Huang USD 154,5 miliar
- Warren Buffett USD 150,5 miliar
- Michael Dell USD 146,5 miliar
Kenaikan Page dan Brin memperketat dominasi sektor teknologi, yang kini menduduki hampir seluruh posisi teratas daftar miliarder dunia.
Peluncuran Gemini 3 bukan hanya mendorong Google ke garis depan persaingan AI, tapi juga mengubah lanskap kekayaan global. Untuk pertama kalinya, dua pendiri Google kembali bersanding dalam tiga besar sebuah momentum yang jarang terjadi dalam sejarah teknologi modern.



