BeladiriSports

Malam Gemilang Pertarungan Zuffa Boxing, Tuan Rumah Bikin Petinju Italia Berlutut di 3Arena

DIFANEWS.COM – Aaron McKenna berhasil mengalahkan Etinosa Oliha dengan angka mutlak untuk merebut gelar juara dunia kelas menengah IBF yang sedang kosong di 3Arena, Dublin, Sabtu (8/8) malam waktu setempat.

Petinju asal Irlandia yang kini mengantongi rekor 21-0 (10 KO) tersebut akhirnya berhasil mengakhiri masa frustrasi akibat absen bertarung selama 16 bulan—sejak mengalahkan Liam Smith pada April 2025—dengan menyabet gelar juara dunia.

Sebelumnya sempat muncul keraguan apakah sabuk IBF tersebut bakal dipajang atau bahkan melingkar di pinggang McKenna mengingat laga ini digelar di bawah promotor Zuffa Boxing. Namun, McKenna berhasil memboyong sabuk merah legendaris tersebut dan memamerkannya di sekeliling ring usai tampil sangat dominan atas petinju Italia, Oliha, yang kini mencatatkan rekor 22-1 (10 KO).

Tiga juri memberikan penilaian 118-110, 117-111, dan 116-112 untuk keunggulan sang petinju tuan rumah.

McKenna yang memiliki tinggi 190 cm tampak begitu jangkung saat keduanya bertemu di tengah ring sebelum ronde pertama dimulai, dan terlihat semakin mendominasi lewat pukulan jab-nya begitu bel berbunyi.

Ronde pembuka berjalan relatif tenang, namun McKenna yang juga berusia 27 tahun dengan cepat menemukan jarak pukulnya di ronde kedua dan mulai mengontrol Oliha.

Ia melontarkan jab kiri jarak jauh yang dilanjutkan dengan hook kanan yang mendarat telak di perut Oliha. Petinju Italia itu tampak sudah mulai kewalahan menghadapi postur dan kecepatan McKenna. Di ronde ketiga, Oliha bahkan sempat goyah terkena uppercut kanan saat tersandar di tali ring.

McKenna tidak hanya lihai menekan Oliha dari jarak jauh, tetapi juga selalu unggul saat beradu jarak dekat. Oliha terus terdesak di ronde keempat, meski sempat bangkit di ronde kelima dengan mendaratkan dua hook dari jarak rapat. McKenna merespons dengan sangat baik di ronde keenam, menembus pertahanan Oliha lewat jab-nya sebelum dengan cerdik menghindar dari pukulan tangan kanan lawan.

Tampaknya tak ada yang mampu menghalangi McKenna yang sudah sangat lama menantikan kesempatan ini di hadapan para pendukungnya sendiri. McKenna mengawali ronde ketujuh dengan rentetan pukulan lurus yang mendarat mulus di tubuh Oliha. Petinju Italia itu berusaha bertahan dan melakukan gerakan kepala, namun McKenna terlalu cepat dan terlalu tangguh baginya.

Petinju Irlandia itu terlihat sangat menikmati pertarungan. Ia sudah unggul jauh secara poin memasuki ronde kedelapan, menari-nari di sekeliling ring dengan posisi tangan di bawah, lalu melepaskan pukulan kiri yang telak saat Oliha mencoba maju menyerang.

McKenna kemudian memutuskan untuk mengejar kemenangan KO di ronde kesembilan dan memojokkan Oliha ke tali ring. Pukulan-pukulan petinju Irlandia itu sangat tajam dan penuh intensitas untuk merobohkan lawan. Sebuah uppercut keras di akhir ronde sempat membuat Oliha goyah, namun sang lawan masih mampu berdiri.

Di ronde ke-10, McKenna kembali membuat Oliha ketakutan lewat kombinasinya yang bertubi-tubi. Meski begitu, Oliha yang pantang menyerah tetap bertahan hingga bel berbunyi.

McKenna terus menekan demi menghentikan lawan di ronde ke-12 atau ronde pamungkas, membuat para penonton bersorak gemuruh mendukung pahlawan lokal mereka.

Gaya agresif McKenna ini sempat dimanfaatkan Oliha untuk melayangkan pukulan balasan, di mana sebuah pukulan kanan keras sempat mengejutkan McKenna. Namun, hal itu tidak cukup untuk menggagalkan kemenangan McKenna yang akhirnya mengamankan gelar IBF dengan gaya yang sangat impresif, sekaligus menegaskan posisinya sebagai petarung elite di kelas kelas menengah.***

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

two + 3 =

Back to top button