DIFANEWS.COM – Vergil Ortiz Jr (24-0-0, 22 KO) terakhir bertarung pada 8 November 2025 ketika dia menghentikan Erickson Lubin ronde 2 di Texas, AS. Setelah itu, belum diketahui dengan siapa juara kelas welter super 69.9kg WBC interim ini bakal bertarung.
Sebenarnya banyak nama diincar Ortiz Jr, raja KO berusia 28 yang sayangnya hingga kini belum menyandang gelar utama sejak bertarung di kelas welter hingga welter super saat ini. Dalam duel melawan Serhii Bohachuk pada Agustus 2024, dia menyabet gelar WBC interim kelas welter super. Itulah yang dia pertahankan dalam dua pertarungan berikutnya, menang angka atas Israil Madrimov dan Lubin.
Jaron Ennis (36-0-0, 32 KO) yang juga dikenal sebagai raja KO dan kini sabuk welter super WBA dan WBO menjadi salah satu nama yang diincar Ortiz Jr. Tapi, promotor dan manajernya menyatakan bahwa Ennis tak tertarik beradu dengan Ortiz Jr. Entah takut atau tidak, tak ada penjelasan spesifik.
Nama terakhir yang dianggap realistis adalah Jermell Charlo (35-2-1, 19 KO). Targetnya, duel digelar di Las Vegas di jadwal tinju November.
Rick Mirigian, manajer Ortiz Jr membeberkan secara panjang lebar alasan mengapa Jermell Charlo jadi pilihan.
“Nama besar, masih petarung berpengalaman, dan ‘Boots’ menolak… Promotor [juara WBC kelas welter super Sebastian] Fundora, Sampson [Lewkowicz], menghindar dari status Ortiz sebagai penantang wajib lalu memberi tahu dunia bahwa ia tidak akan pernah membiarkan Fundora bertarung melawan Vergil (langkah yang cerdas).”
“[Errol] Spence sudah pensiun, Tim Tszyu naik kelas, [Keith] Thurman selesai, dan jika Ortiz naik kelas, kelas welter super akan menjadi padang tandus sementara menengah menjadi kelas yang panas,” tambah Mirigian, kepada BoxingScene pada Senin (17/8) saat menjelaskan mengapa Charlo menjadi lawan paling realistis.
Charlo belum bertarung lagi sejak kalah angka mutlak dari Canelo Alvarez pada September 2023.
Dengan rekor KO Ortiz Jr sebesar 91,67 persen, tentu dibutuhkan penawaran bayaran yang sangat besar dari Golden Boy Promotions milik Oscar De La Hoya untuk membawa Charlo kembali ke ring. Namun, minat untuk mewujudkan duel Ortiz vs Charlo disebut-sebut sangat serius.
Rencana besarnya, sebagaimana dihimpun BoxingScene, adalah Premier Boxing Champions akan menggelar laga pertahanan gelar kelas menengah WBA antara sang juara bertahan Erislandy Lara asal Kuba melawan Tim Tszyu. Pemenang duel Lara vs Tszyu tersebut nantinya bakal diadu dengan pemenang laga Ortiz vs Charlo dalam ajang pay-per-view DAZN, menurut keterangan dua pejabat resmi pada Senin.
Mirigian merinci upaya yang dilakukan pihaknya sebelum akhirnya mengarah ke Charlo:
“Kami telah mencoba mengontak para petinju ini, secara berurutan, ‘Boots’: Menolak, sudah berjalan selama lima pekan. Fundora (juara WBC) menolak, dan tidak akan pernah mau sesuai pernyataan publik Sampson Lewkowicz.”
“Mantan jura welter super Tim Tszyu menolak untuk saat ini, masih menunggu masalah medis dan rencana lain. Juara kelas menengah WBA Erislandy Lara: Menolak untuk saat ini, ada pertarungan lain yang menanti.”
“Mantan juara unifikasi welter super Xander Zayas sudah pasti menolak. Errol Spence pensiun, Mantan penantang gelar welter super Keith Thurman tampil sangat buruk dan pada dasarnya sudah pensiun.”
“Jermell Charlo tampaknya menjadi satu-satunya opsi yang memungkinkan untuk duel yang solid.”
Sementara itu, juara IBF Josh Kelly, tampaknya ditakdirkan untuk melakoni laga unifikasi tiga sabuk melawan Ennis mengingat kedua petinju berada di bawah naungan promotor Eddie Hearn.
“Sederhana saja: ‘Boots’ tidak menginginkan [pertarungan melawan Ortiz sekarang],” tegas Mirigian kepada BoxingScene. “Tidak ada hal lain yang dibutuhkan selain kata ‘ya’. Tidak ada masalah uang, tidak ada apa-apa. Kami menunggu selama lima pekan!”
“Dia tidak akan mendapatkan sepertiga bayaran [melawan Kelly] dari apa yang bisa dia dapatkan saat melawan Ortiz, apalagi untuk mengukuhkan warisannya. Namun setelah [Ennis guncang dan sempoyongan] di ronde ketiga melawan Xander, kita semua tahu alasannya.”
Ennis sebelumnya hadir langsung pada laga terakhir Ortiz saat menghentikan veteran Erickson Lubin di ronde kedua pada November lalu di Texas. Keduanya sempat berhadapan dan saling adu mulut saat Hearn mempromosikannya sebagai pertarungan terbaik yang bisa dibuat antara dua petinju Amerika Serikat.
Meski demikian, negosiasi pertarungan tersebut sempat mengungkap adanya perselisihan antara Mirigian, Ortiz, serta promotor Oscar De La Hoya dan Eric Gomez (Presiden Golden Boy). Hal ini memicu gugatan hukum balasan dan ancaman mediasi yang menunda persatuan mereka hingga Juli.
Ortiz sendiri telah kembali ke ruang latihan sejak tiga minggu lalu, sementara Charlo tidak segera membalas pesan yang ditinggalkan BoxingScene pada Senin.
Pelatih Ortiz, Robert Garcia, menyuarakan antusiasmenya untuk pertarungan yang mempertemukan dua petinju asal Texas tersebut. “Pertarungan yang bagus,” ucap Garcia singkat.***



