DIFANEWS.COM – Teófimo Lopez Jr kembali bangkit dari kekalahan untuk merebut gelar juara dunia di kelas yang berbeda. Ia mengamankan kemenangan angka mayoritas atas juara bertahan WBA, Rolly Romero, dalam pertarungan yang didominasi kontrol permainannya meski skor akhir terbilang cukup tipis.
Pertarungan yang digelar di T-Mobile Arena, Las Vegas, Sabtu (22/8) malam waktu setempat ini memaksa Romero dan Lopez mengesampingkan persahabatan mereka demi memperebutkan sabuk juara dunia kelas welter WBA. Sejak awal, Lopez tampil konsisten dan disiplin menjalankan strategi sepanjang 12 ronde.
Pada ronde-ronde awal, pertarungan berjalan penuh kesabaran dari kedua pihak. Namun, Lopez lebih aktif dan taktis dalam menekan. Sebaliknya, Romero tampak mengabaikan jab dan lebih sering melepaskan pukulan kanan serta hook kiri yang banyak meleset.
Dinamika laga mulai memanas di ronde keempat ketika pukulan hook kiri dari Romero mendarat telak hingga membuat Lopez terputar.
Momen krusial terjadi pada ronde kelima saat pukulan kiri tajam Romero menyebabkan pelipis kanan Lopez robek cukup parah. Susulan pukulan kanan keras dari Romero bahkan membuat kaki Lopez goyah hingga ia terjatuh saat berusaha bertahan. Namun, wasit Harvey Dock dengan tepat memutuskan kejadian tersebut bukan sebuah KO.
Anehnya, Romero gagal memanfaatkan momentum emas tersebut. Lopez dengan cepat memulihkan diri di ronde keenam dan kembali memegang kendali lewat kombinasi jab, pukulan ke arah badan, serta straight kanan yang presisi.
Walau Lopez sempat kembali goyah akibat hook kiri di akhir ronde 7, Romero tidak menunjukkan intensitas untuk menyelesaikan perlawanan lawan di ronde berikutnya. Romero justru tampak kehilangan fokus, baik di dalam ring maupun saat menerima instruksi dari pelatih legendarisnya, Ismael Salas, di sudut ring. Di ronde 10, Romero bahkan lebih banyak bergerak menghindar.
Aksi saling tukar pukulan keras sempat kembali menghidupkan suasana penonton di detik-detik terakhir ronde ke-11. Namun pada ronde pamungkas, Romero justru hanya bergerak memutar seperti petinju yang sedang unggul poin, alih-alih tampil agresif untuk mengejar ketertinggalan. Pukulan-pukulan spekulasi yang ia lepaskan pun meleset jauh.
Di akhir laga, ketiga juri memberikan penilaian 114-114, 115-113, dan 116-112 untuk keunggulan Lopez. Hasil angka mayoritas ini mengantarkan Teófimo Lopez menjadi juara dunia di tiga kelas yang berbeda sekaligus memperbaiki rekor bertandingnya menjadi 23-2 (13 KO).
Sementara itu, Romero harus merelakan sabuk juaranya dan mencatatkan rekor 17-3 (13 KO). Skor yang terlampau tipis tersebut sempat mengejutkan penonton, sementara Romero tampak terperangah dengan keputusan hakim.***



